Sleman – Dengan bantuan vakum evaporator, diharapkan agar kelompok petani penerima dapat menjadi lebih produktif dalam menjalankan usaha peternakan di Sleman ini. Diharapkan anggota Kelompok Petani Peternak (KPP) Pangestu sebagai penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan sarana dan prasarana pertanian ini seoptimal mungkin untuk meningkatkan produksi pertaniannya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Sektor pertanian di Kabupaten Sleman masih menjadi salah satu unggulan perekonomian. Berdasarkan struktur perekonomian daerah, pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,99% dalam PDRB atas harga berlaku tahun 2012, dan berdasar struktur mata pencaharian penduduk terdapat sekitar 28% masyarakat Sleman bergerak pada sektor tersebut,” kata Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM Sri Murni Rahayu yang mewakili Bupati Sleman ketika maenerima bantuan Vakum Evaporator di ruang Rapat Bupati Sleman, Kamis (14/8).
Sementara itu bantuan vakum evaporator ini hasil pekerjaan Diseminasi Teknologi Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa diserahkan oleh Erwin Syahrial mewakili Asisten Deputi Iptek Industri Besar Kementarian Riset dan Teknologi dan diterima Sri Murni Rahayu mewakili Bupati Sleman.
Selanjutnya Sri Murni mengungkapkan bahwa untuk rencana pembangunan daerah ke depan, telah ditetapkan pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas, sebagai bagian dari upaya kami menjaga stabilitas ketahanan pangan. Untuk swasembada perikanan dan daging di Kabupaten Sleman pada sektor perikanan dan peternakan merupakan tantangan tersendiri baik bagi Dinas Pertanian perikanan dan kehutanan maupun bagi masyarakatpetani peternak.
Penyiapan ketersediaan pangan yang dilakukan Pemkab Sleman juga tidak hanya terfokus pada kebutuhan karbohidrat, tetapi juga pada kebutuhan protein hewani dan nabati. Disampaikan pula bahwa akses masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pangan juga terus diupayakan. Dengan peningkatankesejahteraan, masyarakat Sleman memiliki kesempatan untuk memperoleh pangan yang lebih sempurna secara kualitas dan kecukupan gizi.
Sedangkan Kepala Bappeda Drg Intriyati Yudatiningsih Mkes menyampaikan bahwa Roadmap Sistim Inovasi Daerah (SIDa) dipilih 4 potensi yang dapat dikembangkan yaitu padi, salak pondoh, bambu dan kambing PE.
Sedang jumlah kambing PE di Kabupataen Sleman data Juni tahun 2014 sebanyak 3173 ekor dengan produksi susu rata-rata 0,85 liter/hari. Adapun rencana aksi inovasi pengembangan kambing PE 2014-2019 antara lain program perbaikan teknis budidaya dengan kegiatan pemulian bibit kaambing, pengolahan gizi pakan ternak, sertifikasi bibit ternak dn penyediaan lahan pakan.


