Jumat (17/4/2020) sekitar pukul 07.30 di halaman Balai Desa Sukoharjo, tampak 5 orang Linmas sedang mempersiapkan peralatan penyemprot disinfektan. Di bagian lain tampak 3 orang anggota sukarelawan lawan Covid-19 sedang menyiapkan masker dan paket sembako bagi warga yang terdaftar sebagai ODP atau PDP.
“Penyemprotan disinfektan ini merupakan salah satu upaya kita untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona. Kegiatan hari ini juga melibatkan Puskesmas, Linmas, Babinsa, Babinkamtibmas, anggota Destana dan tak ketinggalan masyarakat,” terang Harowi, koordinator lapangan kegiatan tersebut.
Ditemui terpisah di ruang kerjanya, Bara Hernowo Natalie, PJ Kades Sukoharjo sekaligus Ketua Tim Relawan Desa Sukoharjo Lawan Covid-19 menyatakan bahwa Corona sebenarnya adalah masalah bersama bagi semua, baik dampak kesehatan, ekonomi maupun sosial budayanya. “Oleh karenanya penting bagi kita semua untuk berpartisipasi, melakukan apa yang kita bisa guna mengatasi masalah bersama itu,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Mutohar, Ketua BPD Sukoharjo menyatakan, Sitik Edhing merupakan kearifan lokal adiluhung yang sangat tepat untuk diterapkan dalam kehidupan yang bersifat komunal. “Nilai ini mengajarkan masing-masing pribadi untuk melepas sedikit ego demi kemaslahatan orang banyak, meletakkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, keluarga atau golongan. Dalam konteks wabah Corona, upaya yang dilakukan pemerintah, relawan, tenaga medis dalam pencegahan menyebarnya wabah, hanya akan menjadi efektif dan bernilai jika masing-masing kita sebagai warga masyarakat ikut aktif berkontribusi, salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada,” ujar Mutohar.
Berbekal semangat Sitik Edhing- Songgo Bareng ini, tim Relawan Lawan Covid-19 Desa Sukoharjo dengan difasilitasi oleh Pemerintah Desa Sukoharjo telah melakukan beberapa kegiatan pencegahan penyebaran Virus Corona seperti penyemprotan disinfektan, pembagian masker, sabun cuci tangan, hand sanitizer, serta paket sembako bagi orang yang terdaftar sebagai ODP-PDP. Pun, tidak ketinggalan sosialisasi melalui media film, banner, maupun dengan cara keliling dari kampung ke kampung.
“Ke depan, upaya-upaya lain seperti merencanakan tempat karantina bagi orang-orang yang terpapar, merangkul tokoh agama, pelaku ekonomi, tokoh masyarakat dan warga pada umumnya dalam kerangka Gerakan Sitik Edhing-Songgo Bareng akan terus kami lakukan karena hanya dengan demikian upaya mencegah penyebaran virus akan menjadi jauh lebih efektif,” tutup Bara Hernowo Natalie, PJ Kades Sukoharjo. (DHI)


