Sebagai bagian dari pendidikan pemilih yang menyasar para generasi muda di wilayah Kabupaten Sleman yang memiliki komitmen terhadap kepemiluan dan demokrasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sekolah Pemilu dan Demokrasi (SPD) untuk kedua kalinya melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, Sabtu (4/7/2020).
Pasca gelaran SPD sesi I pada 27 Juni 2020 lalu, KPU Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan serupa dengan menghadirkan narasumber dosen jurusan Ilmu politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada, Dr. Abdul Gaffar Karim, serta Ketua Divisi Perencanaan , Data dan Informasi KPU Kabupaten Sleman, Indah Sri Wulandari.
Dalam paparan materi webinar yang diikuti oleh 60 orang ini, Dr. Abdul Gaffar Karim mengungkapkan bahwa pemilu di negara Indonesia terlalu komplek namun tidak mengalami gangguan atau konflik yang terlalu berat sehingga mendapat apresiasi dari negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, dosen yang concern terhadap tata Kelola pemilu di Indonesia menyampaikan perbedaan tujuan diselenggarakannya pemilu zaman orde baru dengan pemilu saat sekarang.
Dr. Gaffar menambahkan, ada tiga Lembaga independen yang terlibat dalam pemilu di Indonesia antara lain KPU sebagai pihak penyelenggara, Badan Pengawas Pemilu sebagai pengawas jalannya pemilu, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu yang berperan sebagai pengadil apabila terdapat penyelenggara pemilu di semua tingkatan yang melakukan pelanggaran kode etik pemilu.
“Di masa pandemi virus Corona-19 KPU Republik Indonesia sudah menetapkan tanggal 9 Desember 2020 untuk dilaksanakannya pemilihan 270 kepala daerah yang meliputi 224 wilayah kabupaten, 37 kota dan 9 provinsi secara serentak di seluruh wilayah nusantara, termasuk kabupaten sleman. Kita harus besama-sama menjaga kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang benar agar tidak menimbulkan klaster baru penyebaran virus Covid-19,” tegas Dr. Gaffar mengakhiri paparannya.
Selanjutnya, Komisioner KPU Sleman, Indah Sri Wulandari menjelaskan beberapa hal terkait tahapan persiapan dan tahapan penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sleman 9 desember 2020 mendatang yang banyak permasalahan dihadapi penyelenggara dalam tahapan pemilu.
Menurutnya, sebagai penyelenggara pemilu harus bisa mengelola dan memecahkan permasalahan dengan baik, selalu belajar dari setiap permasalahan yang ada, bijaksana terhadap hoaks, serta berperan aktif dalam menyukseskan pemilihan sehingga menjadi penyelenggara pemilu yang amanah, berintegritas, profesional, dan mandiri. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)


