BPPTKG dan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB kunjungi Cangkringan pada Kamis (9/7/2020). Kepuharjo dan Glagaharjo merupakan dua desa yang mendapat kesempatan kunjungan tersebut. Dua desa tersebut dipilih karena memang letaknya yang dekat dengan Merapi.
Saat di Desa Kepuharjo, Hanik Humaida, Kepala BPPTKG berkesempatan menjelaskan sedikit informasi mengenai kondisi Merapi terkini.
“Sejak tahun 2018 Merapi mengalami erupsi di bulan Mei-Juni yang disebut erupsi Freatik. Kemudian pada bulan Agustus 2018 mulai tumbuh kubah lava baru. Pada bulan September 2018 mulai ada guguran lava pijar sampai Juni 2020 yang berarti Merapi memiliki potensi letusan yang sama,” papar Hani.
Hani menambahkan jika Merapi terjadi erupsi lagi maka tipe erupsinya tidak akan sama dengan tahun 2006 dan 2010 karena memang tipe erupsi di Merapi ada 5. Saat terjadi erupsi freatik tahun 2012 dan 2014 erupsi Merapi bisa berdampak sampai dengan radius 3km. Walaupun jika dibandingan dengan erupsi 2010 dan 2006 yang dampak bahayanya lebih besar namun Hani mengharapkan semua warga mengikuti informasi terkait gunung Merapi dari sumber yang terpercarya khususnya dalam hal ini BPPTKG agar tidak termakan berita hoaks. (Andi Ferdana/KIM Cangkringan)


