Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI berharap pemerintah dan seluruh komponen masyarakat untuk bersatu padu dalam mengantisipasi paham radikalisme ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) karena paham radikalisme ISIS ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai pancasila yang menjadi dasar NKRI.
“Pancasila, sebagai pandangan hidup dan falsafah bangsa harus terus kita angkat ke permukaan sebagai identitas NKRI seperti yang dicitakan oleh proklamator kita Ir. Soekarno. Radikalisme agama adalah pemahaman terhadap doktrin agama secara tekstual, berlebihan, dan memaksakan ideologinya,” kata Sri Purnomo membuka Forum Komunikasi antar Partaai Politik, tokoh masyarakat dan organisaasi masyarakat di lantai III Pemkab Sleman, kemarin.
Menurut Sri Purnomo, radikalisme agama erat kaitannya dengan fundamentalisme, yaitu paham yang berupaya untuk kembali kepada apa yang diyakini sebagai dasar-dasar atau asas-asas (fondasi), yaitu doktrin agama mereka. Namun harus disadari bahwa agama juga mengajarkan spirit yang senada dengan cita-cita bangsa seperti ajaran tentang kemerdekaan, keadilan, musyawarah, egalitarianisme, dan keberagaman.
“Nilai-nilai keagamaan itu sangat relevan cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan negara yang merdeka, berdaulat, berkeadilan, dan berkedudukan yang sama dengan bangsa lain,” tambah Sri Purnomo.
Di Sleman sendiri lanjut Sri Purnomo, gerak nadi pembangunan dan roda perekonomian masyarakat, sangat tergantung dari situasi Kantibmas yang melingkupinya. Jika situasi tidak kondusif, maka jelas akan berpengaruh negatif terhadap aktivitas pembangunan dan perekonomian masyarakat. Hal ini mengingat sebagian besar warga Sleman menggantungkan hidupnya pada sektor jasa, yang menuntut kondisi yang kondusif bagi berlangsungnya usaha masyarakat.
Oleh karena itu, menjadi kewajiban semua pihak, bahkan seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga dan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif. Dikatakan Sri Purnomo munculnya organisasi radikal ISIS di Indonesia memberikan peringatan pada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah melalui BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) dan kepolisian RI mengindikasi berkembangnya paham ISIS ini di Indonesia, walaupun saat ini keberadaan organisasi ini di Indonesia disinyalir masih berupa kelompok-kelompok simpatisan namun kelompok-kelompok tersebut sudah memberikan dukungan secara terang-terangan.
Sedangkan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Drs Ardani melaporkan bahwa maksud dan tujuan Forkom tersebut untuk memberikan pemahaman tentang paham radikal serta menyamakan persepsi dan kesatuan langkah dalam upaya mencegah berkembangnya penyebaran paham dan ideologi ISIS di Kabupaten Sleman. Dan bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara Pemda Sleman dengan seluruh elemen yang terkait, disamping itu agar tercipta stabilitas keamanaan di Kabupaten Sleman.


