Evaluasi Dorong Kembali Kegiatan KWT di Seyegan

Nandur opo sing dipangan, mangan opo sing ditandur, turah didol. Slogan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kabupaten Sleman demikian terkenal di masa pandemi. Slogan itu juga digaungkan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman saat mengadakan evaluasi KWT di wilayah Kecamatan Seyegan, Rabu (22/7/2020).

Sebanyak 4 KWT di 4 desa dikunjungi Tim Penggerak PKK yang dipimpin oleh Kustini Sri Purnomo. Keempat KWT tersebut adalah KWT Mekar, Dusun Jamblangan, Desa Margomulyo, KWT Makmur Lestari, Dusun Somorai, Desa Margoagung, KWT Ngudi Rahayu, Dusun Ngaran, Desa Margokaton, dan KWT Karya Manunggal, Dusun Cibuk Kidul, Desa Margoluwih.

Dalam program Ibu Menyapa kali ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman menekankan peran KWT di masa pandemi Covid-19 maupun secara umum menempatkan KWT sebagai bagian dari upaya Kabupaten Sleman dalam mempertahankan status lumbung padi DIY.

“Tanah pertanian yang subur, sumber mata air yang bersih merupakan aset yang harus dilestarikan,” tandas Kustini.

Kustini pun mengajak seluruh anggota memanfaatkan lahan ataupun perkarangan rumah untuk budi daya sayuran, buah, tanaman hias dan obat, sekaligus pemenuhan protein keluarga dengan budi daya ikan.

Sebagai bentuk apresiasi kepada KWT, Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan telah memfasilitasi sarana yang dibutuhkan KWT seperti pemberian pupuk, bibit, dan media tanam.

Pun untuk penyemangat KWT yang kegiatannya mengalami pasang surut tersebut, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman mengadakan evaluasi kepada KWT yang ada di seluruh wilayah kabupaten.

“Harapannya dengan adanya reward kepada KWT, dapat memacu kembali kegiatan Kelompok Wanita Tani ini di tingkat dusun,” ujar Kustini.

Dalam kegiatan evaluasi tersebut, Tim Penggerak PKK didampingi tim juri yang terdiri dari perangkat daerah terkait, praktisi, dan pemerhati masalah pertanian. Banyak yang didapat dalam kegiatan ini, tim dapat melihat inovasi yang ditampilkan oleh KWT, dari hasil pemanfaatan lahan sendiri, pembuatan makanan olahan sampai memadukan pemanfaatan lahan dengan ekowisata seperti mina kalen (sungai-red) yang dikelola oleh KWT Karya Manunggal, Cibuk Kudul, Desa Margoluwih.

Di akhir kunjungan di masing masing KWT, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman memberikan bantuan berupa budik damber (budidaya ikan dalam ember) atau mina sayur, polyback, pupuk, dan bibit tanaman sayuran. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: