Sleman – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan syawalan tahun 2014 ini terasa istimewa karena bertepatan dengan perayaan kemerdekaan RI. Dalam konteks DIY kemenangan itu ditandai telah dikukuhkan dan disyahkannya keistimewaan DIY dan bonusnya adalah dianggarkannya Dana Keistimewaan (danais) DIY.
“Alokasi dana terbesar adalah untuk kegiatan kebudayaan masyarakat melalui hibah dan bantuan sosial, selain untuk pengaturan tata ruang dan menata peruntukan pertanahan,” kata Sultan ketika menghadiri syawalan jajaran Pejabat SKPD DIY di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (20/8).
Mendampingi Sultan dalam syawalan tersebut adalah Wakil Gubernur Paku Alam IX. Sedangkan dari Jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI beserta istri, Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum, Pimpinan DPRD Sleman, Kapolres Sleman, Sekda, Assekda, Pimpinan SKPD sampai dengan Eselon III, mantan pejabat Sleman, Camat, Kades, Kepala Sekolah dan tokoh masyarakat.
Selanjutnya Sultan menyampaikan bahwa Pemkab Sleman juga dapat memanfaatkan dana ini untuk pengembangan kawasan cagar budaya misalnya akses jalan keluar masuk ke kawasan cagar budaya yang masih sempit bisa diperlebar dan diperbaiki dengan danais, juga kegiatan merti dusun yang dilakukan masyarakat.
Gubernur juga mendorong Pemkab Sleman untuk segera memisahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman menjadi 2 dinas yakni Dinas Pariwisata sendiri dan Dinas Kebudayaan juga sendiri sehingga akan dapat melaksanakan tugas masing-masing baik dalam pengembangan kepariwisataan maupun dalam tugas pengembangan dan pelestarian budaya untuk menunjang keistimewaan DIY.
Sehingga dapat pula menjabarkan kegiatan untuk menyerap dan memanfaatkan danais yang saat ini alokasinya belum bisa dimanfaatkan maksimal. Bahkan Sultan juga menyampaikan danais ini bisa juga digunakan untuk pengembangan wilayah seperti wilayah Prambanan yang memiliki candi Prambanan bisa memanfaatkan danais ini untuk pengembangan kawasan budaya Prambanan.
“Untuk membangun jalan yang menunjang akses ke lokasi kawasan candi juga boleh menggunakan danais, yang penting program yang dilaksanakan bisa dipahami oleh Departemen Keuangan,” tutur Sultan.
Sementara Sri Purnomo menyampaikan ikrar syawalan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, selain itu juga menyampaikan bahwa anggota DPRD Kabupaten Sleman periode 2014-2019 telah dilantik pada tanggal 12 Agustus, telah melakukan proses pembentukan fraksi dan direncanakan 21 Agustus sudah dapat ditetapkan.
Keberadaaan anggota DPRD yang sebagian besar kaum muda mampu mewujudkan kinerja yang lebih dinamis, sehingga mampu mempercepat pencapaian visi, mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera lahir dan batin, berdaya saing dan berkeadilan gender di tahun 2015.
Sri Purnomo juga menyampaikan berkaitan dengan kegiatan yang bersumber dari danais, diupayakan agar danais tersebut benar-benar mampu mengaktualisasikan aktivitas masyarakat untuk memantapkan keistimewaan Jogja. Melalui danais ini, masyarakat semakin aktif menggiatkan seni dan budaya, baik di desa desa untuk melestarikan budaya maupun untuk mendukung keberadaan obyek wisata di Sleman.
Implementasi dana keistimewaan tersebut lebih disinergikan dengan program daerah, sehingga dana danais tersebut juga mampu memotivasi masyarakat untuk secara mandiri dan berkesinambungan berkreasi menumbuh-kembangkan seni dan budaya.***


