Hak anak untuk sehat dan imun terhadap penyakit merupakan prioritas yang tetap harus dikedepankan meskipun dalam suasana wabah Covid-19 berlangsung. Demikian dr Seruni Anggraini selaku Kepala Puskesmas Ngemplak 1 menegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Balai Desa Bimomartani, Ngemplak, Rabu (26/8/2020).
Koordinasi lintas sektoral di Kecamatan Ngemplak ini menjadi dasar dalam upaya, tetap digelarnya penyelenggaraan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di masa pandemi Covid-19. Disampaikan Seruni, protokol kesehatan harus ditaati sekaligus menjadi panduan dalam mempertimbangkan penyelenggaraan BIAS ini.
“Harus aman untuk anak yang akan diimunisasi juga aman bagi petugas kesehatan yang melaksanakan imunisasi,” tambah Seruni.
BIAS merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang digelar oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Jenis Imunisasi yang segera akan dilaksanakan di seluruh SD/MI wilayah Kecamatan Ngemplak adalah MR (Measless Rubella), DT (Diphteria Tetanus), dan TD (Tetanus Diphteria). Sasarannya adalah siswa kelas 1, 2, dan 3. Sedangkan untuk kelas 5 dan kelas 6 dilakukan imunisasi vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks khususnya siswa putri.
Sementara itu, Slamer, Sekretaris Kecamatan Ngemplak menegaskan peran penting komite sekolah dalam menyampaikan informasi terkait program ini.
“Pelaksanaan program ini harus sesuai dengan prosedur sehingga benar benar aman dalam pelaksanannya,” timpal Slamet.
Slamet juga berharap sekolah bersama komite mengatur jadwal pemberian imunisasi ini sehingga kebutuhan anak dapat terpenuhi. “Apa saja harus dilakukan pihak sekolah, juga dilakukan petugas kesehatan serta masyarakat, yang intinya meminimalisir agar nantinya tidak terjadi kluster baru di wilayah Kecamatan Ngemplak,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama Tri Yuli Setyowati selaku Kepala UPT Ngemplak menyampaikan perlunya persetujuan orang tua sebagai salah satu prosedur yang dijadikan landasan peraturan oleh Dinas Pendidikan Sleman.
“Jadwal kegiatan imunisasi secara pasti masih menunggu surat resmi dari Dinas Pendidikan yang segera akan disampaikan,” imbuh Tri.
Puskesmas Ngemplak 1 dan 2 nantinya akan melakukan screening peserta imunisasi. Dalam pelaksanaannya, faktor keamanan menjadi perhatian dan pertimbangan utamanya.
Formulir screening menjadi salah satu instrumen pengaman dalam pelaksanaan program BIAS. Pengisian formulir dapat dilakukan secara online dan offline. Khusus untuk pengambilan dan pengembalian formulir secara offline dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi kerumunan yang berisiko. Bahkan saat pelaksanaan imunisasi nanti akan dilakukan observasi dan evaluasi dalam screening awal dan screening saat pelaksanaan imunisasi.
Mengakhiri pertemuan tersebut, dr Seruni menegaskan Kembali bahwa pelaksanaan imunisasi di sekolah nantinya akan dibantu oleh tim dekontaminasi baik dari petugas puskesmas, kecamatan, maupun satgas dari desa yang bertugas membantu sterilisasi ruang sebelum dan pasca kegiatan. (Nuradi/KIM Ngemplak)


