Dengan disambut barisan bregodo, para penari Gambyong, penari Midhat Midhut, penari Manuk Dadali, penari Genjring dan tokoh masyarakat Kalurahan Sariharjo, rombongan Bupati Sleman, Sri Purnomo, serta rombongan Tri Rahayu,Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY, Kepala PMK, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Bidang Cipta karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Panewu Ngaglik memasuki area peresmian Infrastruktur terbangun PISEW 2020 berupa Pendopo penunjang seni dan budaya di Padukuhan Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Rabu (7/10/2020).
Dalam acara yang juga dihadiri Kapolsek, Danramil, Kepala Kalurahan Sariharjo, Donoharjo, Sardonoharjo, BKAD, tokoh masyarakat serta masyarakat Kalurahan Sariharjo tersebut, Tri Rahayu selaku Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY menyampaikan bahwa dana PISEW berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya yang disalurkan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY. Pada tahun 2020 PISEW dilaksanakan di 20 kecamatan, adapun di Kabupaten Sleman direalisasikan di 4 kapanewon yaitu Kapanewon Ngaglik, Minggir, Tempel, dan Berbah
Tri Rahayu menyampaikan bahwa PISEW memiliki beberapa sasaran di antaranya terbangunnya infrastruktur wilayah skala lokal untuk mendukung pariwisata atau budaya dan meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga banyaknya swadaya sesuai dengan kegiatan ini.
“Dilaksanakan sebagai bagian dari program padat karya tunai untuk mengatasi dampak Covid-19. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menunjang perekonomian warga dengan mendayagunakan tenaga kerja lokal,” ujar Tri.
Dengan alokasi pendanaan Rp 600 juta termasuk Rp 10 juta untuk biaya operasional BKAD, menurut Tri peresmian PISEW di Kapanewon Ngaglik merupakan peresmian pertama dari 20 kapanewon yang ada di DIY sehingga sangat diberikan apresiasi.
“Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan target waktu bahkan kurang sedikit dari target waktu yang ditentukan. Yang harus diingat bahwa PISEW ini menggunakan uang negara sehingga harus ada pertanggungjawabannya. Nanti akan dilaksanakan audit oleh BPKP. Jangan sampai pelaksanaan tidak sesuai dengan perencanaan. Kami tidak berharap ada pengembalian karena kesalahan administrasi. Dan kami juga berharap infrastruktur terbangun bisa dipelihara dengan baik,” jelasnya lagi.
Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo berpesan agar bangunan yang baik ini diikuti laporan yang benar.
“Aset jangan sampai mangkrak, manfaatkan dengan sebaik baiknya untuk pariwisata, seni atau budaya. Tempat ini cukup representatif untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk itu silahkan dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” imbau Sri Purnomo.
Adapun Suroto, Ketua BKAD Ngaglik menjelaskan bahwa PISEW 2020 selain Pendopo Penunjang Seni dan Budaya di Kalurahan Sariharjo yang sedang diresmikan, juga dibangun Pendopo Penunjang Pariwisata Embung Jetis Suruh di Kalurahan Donoharjo dan Los Kuliner Pendukung Pariwisata Watu Ledhek di Kalurahan Sardonoharjo. (KIM Ngaglik/Endarwati)


