Peletakan Batu Pertama Gedung Baru TK ABA Rewulu Godean

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruhani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU No. 20 Tahun 2003). Kesadaran masyarakat akan pentingnya PAUD pada masa ini, bisa dibuktikan dengan semakin banyak didirikannya pusat layanan PAUD yang ada di masyarakat, baik itu milik pemerintah, yayasan, atau bahkan milik pribadi.

Minggu (11/10/2020), Persyarikatan Muhammadiyah bersama ‘Aisyiyah Cabang Godean, melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru TK ABA Rewulu Kulon, yang beralamatkan di Rewulu Kulon RT 02 RW 22, Sidokarto, Godean, Sleman. Lebih tepatnya di bawah naungan PRA Sidokarto, yang mendapat kepercayaan untuk mengelola tanah wakaf dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI. Yogyakarta.

Menurut Zuniarsih, S.Pd selaku Kepala TK ABA Rewulu Kulon, kegiatan ini merupakan upaya untuk mengembangkan TK ABA Rewulu Kulon, yang sudah berdiri selama 30 tahun, di mana bangunan gedung lama tidak begitu jauh dari lokasi pembangunan sekarang.

“Saat ini lembaga kami memiliki 87 peserta didik, 8 pendidik dan 2 tenaga kependidikan,” ujarnya.

Konsep bangunan gedung baru ini dikatakan Zuniarsih memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan kebanyakan sekolah khususnya TK yang sudah ada selama ini. Keseluruhan bangunan memiliki 3 prinsip bangun, yaitu ramah anak, ramah lingkungan, dan mengangkat budaya lokal. Bekerjasama dengan arsitek handal, bangunan yang akan diwujudkan tidak memiliki sisi lancip/siku, ada lahan bercocok tanam untuk pembelajaran anak-anak, dan material bangunan didominasi oleh bata ekspose. Tentunya hal ini disesuaikan dengan visi TK, yaitu membentuk pribadi yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berbudaya.

Adapun pengerjaannya dan arsitek pembangunannya dipercayakan Agus Satriyo (pengurus PCM Godean) yang dikerjakan secara mandiri tanpa melibatkan pihak kontraktor. Rencana anggaran belanja menghabiskan kurang lebih Rp 1,1 miliar. (Arief Hartanto)

image_pdfimage_print
Bagikan: