Sri Lestari mewakili Koordinator PKB Kapanewon Ngaglik menyatakan bahwa musyawarah yang diikuti elemen masyarakat yang peduli program Bangga Kencana di Desa Sukoharjo, serta anggota Kampung KB Dusun Tanjungsari yang lebih dulu terbentuk dan pengalaman operasional di lapangan telah banyak memberikan masukkan terbentuknya Calon Pengurus Pokja atau Kelompok Kerja Kampung KB (Keluarga Berkualitas)Tingkat Desa Sukoharjo. Hal ini disampaikannya pada Jumat (16/10/2020) di Kantor Kalurahan Sukoharjo.
Tri Akhmeriyadi dari Dinas P3P2KB Kabupaten Sleman dalam musyawarah tersebut menyampaikan tentang maksud dan tujuan membentuk kampung KB tingkat desa sebagai tindak lanjut dan pengembangan sasaran di tingkat desa setelah beberapa tahun telah dibentuk di dusun yaitu kampung KB (Keluarga Berkualitas).
Ditambahkan Akhmer bahwa program kegiatan dan pengembangan ini tidak meninggalkan yang sudah terbentuk terlebih dahulu tetapi bisa menguatkan dan mengembangkan secara intensif wilayah atau dusun lainnya di Kalurahan Sukoharjo.
Dengan upaya pengembangan ini diharapkan Akhmer, program di setiap dusun dalam 5 poktan yaitu BKB, BKL ,BKR, PIK R, dan UPPKS dapat secara bertahap dijalankan.
“Untuk sumber dana bisa APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, CSR, APBDes, serta swadaya masyarakat. Semua itu tergantung potensi wilayah masing-masing untuk mencari sumber pendanaan demi suksesnya program kampung KB tingkat desa,” pungkasnya.
Akhir acara Abidah, Koordinator PKB Kapanewon Ngaglik segera menyusun rancangan konsep Struktur Organisasi Pengurus Pokja Kampung KB (Keluarga Berkualitas)Tingkat Kalurahan Sukoharjo yang secara aklamasi menyepakati Ketua Pengurus adalah Sujadi sekaligus Kasi Pelayanan Kalurahan Sukoharjo untuk mengkoordinasikan kegiatan kampung KB ke depan.
“Setelah disepakati pembentukan susunan pengurus, diharapkan ketua terpilih segera melengkapi calon anggota pengurus lainnya harapanya segera dibuat Surat Keputusan Pengurus dari Kepala Desa, namun terkendala teknis kewenangan maka Kepengurusan Kampung KB segera dilengkapi dan segera bertemu sambil menunggu Kepala Desa Definitif,” paparnya. (KIM Ngaglik/Srp)


