Sartugi (Pasar Setu Pagi) diluncurkan oleh Forkom UMKM Seyegan pada Sabtu (17/10/2020) di Halaman Pendopo Kapanewon Seyegan. Kegiatan Sartugi ini dimulai dari jam 06.00 sampai dengan jam 10.00 wib.
Seperti harapan semula, Sartugi menjadi salah satu alternatif untuk memasarkan produk UMKM Seyegan. Hal senada disampaikan oleh Marzuni, Ketua Forkom UMKM Kapanewon Seyegan yang hadir acara tersebut.
Tidak kurang dari 12 UMKM ikut berpartisipasi dalan kegiatan yang dihadiri pula oleh Panewu Anom, Kawat Kemakmuran, Kawat Projo, dan Kawat Sosial Kapanewon Seyegan.
“Di masa pandemi sekarang ini, banyak sekali UMKM yang banting stir dengan menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Ini terjadi karena hasil produk yang lama belum ada permintaan dari pasar karena daya beli yang menurun,” ungkap Marzuni.
Marzuni menambahkan, UMKM jauh hari sudah dibekali pula dengan keterampilan digital marketing yang mendukung penjualan secara online, namun demikian perlu kiranya UMKM mengenalkan aktivitas riil dengan berjualan secara konvesional.
“Sartugi memfasilitasi maksud tersebut sebagai ajang promosi produk sampai dengan transaksi,” imbuhnya.
Sebagai kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan, Sartugi masih mencari-cari format yang pas dan sesuai sebagai acara yang mengenalkan, mempromosikan, dan menjual produk lokal. Menurut Marzuni, kegiatan Sartugi ini akan dibawa dari satu desa ke desa lainnya dan memanfaatkan potensi wisata yang ada di desa masing-masing.
“Akan dicari format yang sesuai untuk bekerjasama dengan BUMDes yang ada di desa,” tutur Marzuni.
Hal menarik di Sartugi ini adalah adanya outlet kursus membatik bagi pengunjung. Dengan membayar Rp 25.000,-, pengunjung dapat langsung praktik membatik dengan dibimbing langsung mulai dari menggambar pola, menggunakan canting, dan mencelup kainnya.
Ke depannya, Marzuni membeberkan di Sartugi ini akan digelar coaching clinic yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil. Konsultasi yang bisa diberikan tidak jauh dari cara pemasaran produk, digital marketing atau kelengkapan administrasi sebagai kelengkapan produk, seperti cara untuk mendapatkan PIRT, NPWP, BPOM ataupun sertifikasi halal.
Sebagai binaan dari Dinas Koperasi dan UMKM, Usaha Mikro yang ada di masyarakat ini selalu mendapat pendampingan dari PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) yang menjadi konsultan dari UMKM dalam menjalankan usahanya.
Dengan kegiatan Sartugi ini, Marzuni berharap UMKM mempunyai kepercayaan untuk suatu saat mengikuti pameran yang berperan untuk mengangkat potensi yang ada di kapanewon dan kalurahan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


