Saluran drainase Selokan Mataram atau yang dinamai Kanal Yoshiro pada 1944 mengalami kerusakan atau amblas hingga berakibat membanjiri bidang pertanian warga Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman pada Selasa (13/10/2020).
Saluran drainase yang amblas harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum diperbaiki. Kondisi terkini saluran sudah selesai ditutup menggunakan beton cyclop dan semen dan siap beroperasional kembali apabila beton dan semen tersebut sudah mengeras. Demikian disampaikan Suparno, Pengamat Mataram 1 ditemui saat evaluasi perbaikan saluran drainase tersebut, Selasa (20/10/2020).
“Dari tanggal 15 (Oktober-red) sejak awal selesai perbaikan, pada hari Kamis (22/10/2020) nanti drainase aliran air akan diuji coba beroperasi dengan membuka dua pintu dari keempat pintu kanal air,” beber Suparno.
Ditambahkan Suparno, percobaan menggunakan dua pintu kanal air yang dibuka berakibat bagian hilir harus tetap bersiap dengan kesediaan air karena distribusi air akan tetap sedikit.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSSO) Dwi Purwantoro menyampaikan bahwa amblasnya saluran drainase disebabkan oleh usia, yang mana perbaikan sebelumnya dilakukan pada 20 tahun yang lalu.
“Untuk wilayah lain sepanjang Selokan Mataram yang memiliki panjang 31.2 km, ke depannya kami rencanakan melakukan perbaikan lain di Saluran Induk Mataram pada 2021-2022,” ungkap Dwi Purwantoro.
Di sisi lain, perbaikan saluran drainase yang amblas membawa dampak positif untuk masyarakat sekitar. Masyarakat menjadi lebih mudah membersihkan sampah-sampah yang berada di dasar gorong-gorong. Pun, masyarakat kerap menjaring ikan-ikan yang terjebak di genangan aliran air Selokan Mataram.
“Para warga resah akan sampah yang selalu ada karena sulit dibersihkan saat aliran lumayan deras, ketika kering seperti ini maka mudah membersihkannya,” tutup Jhony (36), warga Mayangan. (Rep Izzat, Foto Gassing)


