Sleman – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)Kabupaten Sleman telah menetapkan peta sistem inovasi daerah dan memilih empat potensi yang dapat dikembangkan.
“Empat potensi yang dapat dikembangkan tersebut, yaitu padi, salak pondoh, bambu, dan kambing Peranakan Etawa (PE),” kata Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, drg Intriati Yudatiningsih MKes di Sleman, kemarin.
Dikatakan Intriati jumlah kambing PE di Kabupataen Sleman berdasarkan data Juni 2014 tercatat 3.173 ekor dengan produksi susu rata-rata 0,85 liter per hari.
“Adapun rencana aksi inovasi pengembangan kambing PE 2014-2019 antara lain program perbaikan teknis budi daya dengan kegiatan pemuliaan bibit kambing, pengolahan gizi pakan ternak, sertifikasi bibit ternak, dan penyediaan lahan pakan,” katanya.
Menurutnya upaya itu juga didukung dengan bantuan vakum evaporator kepada Kelompok Tani Peternak Pangestu. “Diharapkan agar kelompok petani penerima dapat menjadi lebih produktif dalam menjalankan usaha peternakan di Sleman ini,” katanya. Intriati mengatakan sektor pertanian di Kabupaten Sleman masih menjadi salah satu unggulan perekonomian.
“Berdasarkan struktur perekonomian daerah, pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,99 persen dalam PDRB atas harga berlaku Tahun 2012, dan berdasar struktur mata pencaharian penduduk terdapat sekitar 28 persen masyarakat Sleman bergerak pada sektor tersebut,” tambah Intriati.
Untuk rencana pembangunan daerah pada masa mendatang, Pemkab Sleman telah menetapkan pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan.


