Hampir seluruh sektor industri terdampak oleh pandemi Covid-19, tak terkecuali industri kuliner beserta hulu dan hilirnya. Imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah dan beraktivitas seperlunya membuat bisnis kuliner sepi pengunjung. Hal tersebut berdampak pula pada rantai suplai barang dan bahan baku.
Seperti yang dialami oleh Pasar Ikan Nogotirto, konsumen pasar ikan yang terdiri dari industri kuliner seperti warung lesehan, warung makan, restoran, dan usaha catering sendiri mencapai 70%. Di awal pandemi, pasar yang berdiri pada Maret 2013 tersebut mengalami penurunan penjualan hingga 70%. Namun saat ini angka tersebut sudah membaik dan penurunan tercatat 30-40%.
Sebelum pandemi, penjualan ikan mencapai 1 ton per hari. Saat ini, penjualan mencapai 6-7 kuintal per hari yang didominasi oleh ikan nila. Ikan yang dijual diantaranya nila, gurame, bawal, lele dan patin.
Pasar yang terletak di Jalan Kabupaten km 0,5 Nogotirto Gamping Sleman tersebut tak kurang akal dalam upaya menjalankan roda usahanya. Mereka memperkuat pemasaran lewat online. Pemasaran tersebut meliputi pembuatan konten di Youtube, Facebook, Instagram dan market place.
“Kami juga bermitra dengan Grab dan Gojek untuk melayani penjualan secara online, namun kami masih kesulitan untuk mengakses fasilitas gratis ongkos kirim,” ungkap Parijo selaku Ketua Pasar Ikan Nogotirto saat ditemui pada Minggu (1/11/2020).
Mengatasi hal tersebut, pengelola pasar ikan membuat sistem pesanan kolektif. Mereka menerima pesanan sehari sebelumnya dengan sistem Cash On Delivery (COD) tanpa minimal pembelian. Namun rute dan jam antar tergantung pada tenaga kurir yang beroperasi.
Warga yang telah mengetahui keberadaan pasar ikan dan merasa keberatan dengan adanya ongkos kirim, akhirnya melakukan pembelian langsung ke pasar.
“Penjualan online mencapai 20%, lainnya adalah pembeli yang datang langsung dan bertransaksi di tempat,” ujar Parijo.
Pasar yang terletak persis di depan Sekolah Teladan Yogyakarta tersebut pada awalnya hanya membina 11 kelompok ikan di tingkat Kalurahan Nogotirto. Pada tahun ini, pasar ikan atau Mina Ikan Nogotirto dipercaya oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman untuk membina kelompok ikan di tingkat kabupaten. Sejumlah 11 kecamatan berada di bawah binaan pasar ini.
Kelebihan yang mereka tawarkan adalah konsumen dapat memilih sendiri ikan yang mereka inginkan di kolam sehingga ikan yang mereka beli adalah ikan segar. Harga yang ditawarkan juga sangat kompetitif. Selain itu, terdapat pula fasilitas goreng dan masak ikan sesuai keinginan sehingga konsumen yang menyukai hal praktis dapat memperoleh hidangan ikan dalam waktu singkat.
Mereka berharap agar ke depannya, bisnis kuliner dapat berjalan dengan normal.
“Pemilik usaha hendaknya lebih kreatif dalam upaya memasarkan produk mereka,” jelas Parijo. (Lena Lailasari/KIM Gamping)


