Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan aspek penting dalam mewujudkan pengelolaan wisata yang profesional, efektif, dan efisien. Dengan adanya SOP, penyelenggaraan dan pengelolaan wisata dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Begitu maksud dan tujuan pembuatan SOP Desa Wisata, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, SOP dengan edisi khusus ini perlu dibuat dan diterapkan dengan memasukkan protokol kesehatan dalam parameternya.
Demikian materi pembuka yang disampaikan oleh Rahmat Sudrajat dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Sleman dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Pembinaan Desa Wisata di Kantor Kapanewon Seyegan, Rabu (4/11/2020).
Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan bahwa SOP dibuat sesederhana mungkin sesuai dengan kebutuhan yang telah dijalani sehari-hari.
“SOP ini dibuat untuk menjalankan usaha secara standar dan dibuat secara tertulis,” kata Rahmat.
Secara umum tujuan dari SOP dikatakan Rahmat adalah untuk menjaga konsistensi kinerja petugas, mengetahui peran dan fungsi tiap posisi, memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab, serta menghindari kesalahan/malpraktek/keraguan. Rahmat juga mengatakan bahwa SOP dibuat untuk menghindari one man show artinya peran satu orang saja karena SOP dibuat berdasarkan kesepakatan bersama.
Dijelaskan Rahmat, fungsi SOP adalah sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan, mengarahkan pegawai agar disiplin dan sebagai pedoman untuk melaksanajan pekerjaan rutin sehingga bisa dikatakan bahwa SOP merupakan nyawa dari sistem manajemen.
Di masa pandemi sekarang ini, menurut Rahmat SOP menjadi tahapan penting dalam menjalankan langkah-langkah perusahaan atau kegiatan ternasuk desa wisata.
“Protokol kesehatan harus diterapkan secara penuh dan disiplin tinggi, seperti prosedur cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, memakai masker, memeriksa suhu tubuh, jaga jarak dan tidak berkerumun artinya jumlah pengunjung dibatasi,” bebernya.
Implementasi SOP ini harus dipastikan telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan terkait dan pengunjung dalam suatu kegiatan. Adapun dalam pembuatannya ada 2 tahap yaitu membuat bisnis proses dan menyusun instruksi kerja di bisnis proses.
Di bagian akhir, Rahmat Sudrajat menjelaskan format SOP yaitu format narasi, visual, dan multimedia.
“Ada tips untuk membuat format narasi yaitu membuat kalimat langsung, kalimat positif, kalimat perintah aktif, dan menghindari kalimat yang berlebih, berulang, dan berbelit,” tutupnya. (Sutarto agus/ KIM Seyegan).


