Puskesmas 2 Ngaglik mensosialisasikan tentang gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Germa Cermat) yang merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Rabu (2/12/20) di Donoharjo.
Dalam acara yang dihadiri oleh Bambang, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Ngaglik, Kamituwo, Dukuh, PKK, Babinsa dan Kamtibmas Donoharjo itu, Rismadasari, Apoteker Puskesmas 2 Ngaglik memberikan pesan kepada masyarakat bahwa ketika mendapatkan obat diminta menanyakan dengan lima O.
“Yang pertama obat ini apa nama dan kandungannya, yang kedua obat ini apa khasiatnya, ketiga obat ini berapa dosisnya, yang keempat bagaimana cara menggunakannya, dan yang kelima obat ini apa efek sampingnya,” beber Risma.
Risma juga menyampaikan tentang Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) terhadap obat yang kita terima.
Dapatkan obat dengan benar menurut Risma adalah dengan membeli obat dari apotek terpercaya atau puskesmas. Sementara, menggunakan obat dengan benar dimulai dengan membaca aturan pakai dan mengonsumsinya sesuai petunjuk.
Menyimpan obat pun dikatakannya perlu di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Obat bentuk cair tidak boleh disimpan di almari pendingin. Simpan dalam kemasan aslinya dalam wadah yang tertutup rapat.
“Obat luar dan obat minum harus disimpan terpisah. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Penyimpanannya kadang disepelekan. Misal sirup, disimpan di kulkas. Padahal jika tak ada petunjuk disimpan di kulkas, kandungannya malah bisa rusak. Sirup setelah dibuka, disimpan maksimal 1 bulan di suhu ruangan,” jelasnya lagi.
Ditambahkan Risma, obat juga harus dibuang jika sudah expired atau rusak. Ciri-ciri obat rusak jika telah lewat tanggal kadaluarsanya dan telah berubah warna, bau, dan rasanya.
“Membuang obat juga ada aturannya. untuk obat sirup, cairannya dibuang dulu. Labelnya dihilangkan baru dibuang dalam bentuk botol saja. Jika berupa tablet, dibuka, dan ditumbuk atau dihancurkan baru dipendam dan kemasannya bisa dibuang agar tidak disalahgunakan. Untuk salep diencerkan baru dibuang,” imbuh Risma. (Endarwati/KIM Donoharjo)


