Persiapan Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Sleman

Pemerintah Kabupaten Sleman telah mempersiapkan langkah antisipasi untuk proses pembelajaran sekolah tatap muka. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, ketika melakukan peninjauan persiapan proses pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sleman, Selasa (5/1/2021).

Menurut Sri Purnomo, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyusun tata cara untuk pelaksanaan sekolah tatap muka, demi keamanan bersama.

“Nantinya, pembelajaran luring akan dilaksanakan selama dua jam dengan protokol Kesehatan yang ketat, dengan izin orang tua,” kata Sri Purnomo.

Selain durasi pembelajaran, Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa sekolah akan memastikan protokol Kesehatan dapat berjalan semaksimal mungkin.

“Sekolah nantinya akan menyediakan masker bagi muridnya yang lupa membawa masker, dan sebelum masuk juga dicek suhu tubuh terlebih dahulu menggunakan thermogun,” tambah Sri Purnomo.

Proses sekolah tatap muka sendiri direncanakan akan dimulai pada 1 Februari 2021. Sistematika yang telah dipersiapkan antara lain dengan memberikan pintu keluar dan pintu masuk yang berbeda. Kemudian untuk penempatan tempat duduk murid yang biasanya setiap meja ditempati dua murid, pada sekolah tatap muka nanti hanya akan ditempati oleh satu murid per mejanya. Untuk durasi pembelajarannya selama dua jam, dan dimulai pukul tujuh hingga pukul sembilan untuk satu kelas. Kelas berikutnya kemudian menyusul pada pukul sepuluh hingga pukul dua belas.

Ery Wirdayana Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa materi pembelajaran yang akan disampaikan pada saat sekolah tatap muka akan disesuaikan demi memaksimalkan durasi waktu yang tersedia.

Menurut Ery, materi yang diajarkan nantinya  akan ditekankan pada materi yang membutuhkan pemahaman tinggi, agar para siswa dapat lebih mudah memahaminya.

“Kita khawatir kalau sekolah jarak jauh belum maksimal sehingga perlu adanya bimbingan langsung dari Bapak dan Ibu guru yang mengajar dikelas,” terang Ery.

Total ada 7 sekolah yang dikunjungi oleh Sri Purnomo beserta jajarannya, terdiri dari 3 Sekolah Dasar (SD) yaitu SD Negeri 1 Cebongan SD Margomulyo Seyegan, SD Negeri Krapyak Sidoarum Godean, serta 4 Sekolah Menengah Pertama (SMP), yaitu SMP Negeri 1 Seyegan, SMP Muhammadiyah Minggir, SMP Negeri 3 Godean dan SMP Negeri 1 Godean.

Secara teknis, menurut Sri Purnomo setiap sekolah yang dikunjungi sudah memenuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Setiap sekolah sudah siap dengan komitmen tetap jaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan yang disesuaikan dengan aturan protokol kesehatan, sehingga ketika sudah ada izin ketetapan resmi sekolah tatap muka, maka dapat langsung dimulai,” tutup Sri Purnomo. (Rep Hida)

image_pdfimage_print
Bagikan: