Pemerintah Kapanewon Seyegan Kabupaten Sleman adakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2021 untuk usulan Tahun 2022. Rakor diikuti oleh perangkat kalurahan seperti Ulu-Ulu, Kamituwa, dan Pangripto. Selain itu hadir juga Kepala UPT BP4 Wilayah III, Kepala UPT PSDA Wilayah Barat, Kepala UPT Puskesmas Seyegan, dan Kepala UPT Pelayanan Pendidikan Seyegan.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Panewu Anom Seyegan, Djoko Mulyanto ini membahas beberapa agenda berkaitan dengan usulan kegiatan yang dimasukan dalam PUPM (Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat), Non PUPM, BKK (Bantuan Keuangan Khusus) dan Dana Keistimewaan. Adapun alokasi anggaran Kapanewon Seyegan untuk tahun 2022 adalah sebesar Rp 3.872.935.074,07.
Siti Baroroh, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan mengungkapkan bahwa kegiatan Musrenbang tahun 2022 akan menggunakan SIPD (Sistem Informasi Pemerintah Daerah). Usulan kegiatan dapat dibuat dengan format yang telah disediakan oleh Bappeda, dengan panduan yang dapat diakses melalui tautan bit.ly/perencanaan2022.
“Pengumpulan usulannya pada tanggal 14 Januari 2021 di Bappeda,” ujar Siti.
Selain itu, dalam rapat juga dibacakan agenda kegiatan yang berkaitan dengan Musrenbang, yaitu:
– Bimtek untuk Kalurahan pada tanggal 18 – 29 Januari 2021
– Input data melalui SIPD tanggal 20 – 25 Januari melanjutkan
– Jadwal Musrenbang Kapanewon Seyegan pada tanggal 2 Februari 2021
– Penyerahan Berita Acara Musrenbang ke Bappeda tanggal Februari 2021
– Forum Paparan Panewu tanggal 10 – 15 Februari 2021
– Rapat Teknis pembahasan PUPM (Antara Kapanewon, Bappeda, OPD Pelaksana) tanggal 16 – 19 Februari 2021
Sementara itu, Djoko Mulyanto Panewu Anom Kapanewon Seyegan mengingatkan kepada kalurahan untuk menetapkan skala prioritas kegiatan. Dengan pagu yang telah ditetapkan, untuk masing masing kalurahan mendapatkan alokasi sebesar 650 juta rupiah.
“Pagu dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan PUPM saja. Untuk keperluan paparan Panewu, kalurahan untuk menyertakan data dukung yang berupa foto foto dan volume pembangunan fisik yang pasti,” ucap Djoko. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


