Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengungsi yang terdampak aktivitas Gunung Merapi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari untuk warga di Barak Pengungsian Merapi yang terletak Kalurahan Purwobinangun, Pakem, Sleman, Rabu (3/2/2021).
Bantuan diserahkan melalui Pos Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Sleman Siaga Merapi yang dikelola para Relawan Muhammadiyah Sleman. Bantuan diserahkan langsung oleh Rektor UAD, yang didampingi oleh Ketua Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) PP dan PWM Muhammadiyah DIY. Bantuan diterima langsung oleh Carik Purwobinangun, sebagai perwakilan para pengungsi.
Untuk diketahui, Gunung Merapi sendiri sempat erupsi pada Bulan Januari lalu yang menyebabkan warga Turgo, Pakembinangun Pakem yang berada di daerah bahaya aliran lava dan awan panas harus mengungsi demi keamanan dan keselamatan mereka. Menurut data Posko Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi Kabupaten Sleman tahun 2020-2021, sampai tanggal 2 februari 2021, ada total 186 warga yang menempati barak pengungsian.
Rektor UAD Muchlas Arkanuddin menyebutkan bahwa bantuan ini sebagai merupakan upaya agar pelayanan kebutuhan para warga dapat dipenuhi secara optimal.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap para relawan di Poskor yang telah berusaha memberikan bantuan agar para pengungi dapat menjalani kehidupan yang nyaman di barak pengungsian. Selain itu, ia menyatakan UAD siap untuk membantu untuk penanganan pasca bencana jika dibutuhkan.
“Mudah-mudahan efektivitas kerja semakin meningkat dengan sinergi yang kuat. UAD juga siap memberikan bantuan penanganan pasca bencana, terutama psikososial. Banyak relawan UAD yang siap,” tandas Muchlas.
Poskor Muhammadiyah sendiri telah beberapa kali memberikan bantuan kepada para pengungsi Gunung Merapi seperti berupa pendampingan psikososial, mengadakan TPA untuk anak-anak, kajian lansia dan membantu dapur umum.
Sementara itu, Carik Purwobinangun Fathudin menyampaikan ucapan terimakasihnya terhadap bantuan yang diberikan. Ia berharap bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan para warga di barak pengungian.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MDMC PP Muhammadiyah juga menyatakan bahwa tim MMDC Sleman sudah siap siaga untuk mengantisipasi kejadian bencana.
“MDMC sudah siap siaga di ring Merapi. Sudah menjalankan menajemen risiko bencana, bukan manajemen bencana. Jadi sebelum bencana terjadi sudah harus ada penanganan supaya tidak terjadi banyak korban,” jelasnya. (Arief Hartanto)


