Sukseskan Pendataan Keluarga tahun 2021, Sleman Siapkan 2.214 Kader

Selasa (16/3/2021), Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Sosialisai Pelaksanaan Pendataan Keluarga tahun 2021, bertempat di Ruang Praja 2 Kantor Sekretariat Daerah Sleman. Acara sosialisasi dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini. Hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi adalah Kepala Bidang Adpin BKKBN DIY, Ita Suryani.

Sekretaris Daerah Sleman, Harda Kiswaya menyambut baik diadakannya sosialisasi mengenai pendataan keluarga ini. Menurutnya, hasil pendataan ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk merencanakan program pembangunan, khususnya pembangunan keluarga.

“Setelah hasil pendataan diketahui para pemangku kepentingan dapat mengintervensi sesuai program yang direncanakan sehingga kesejahteraan keluarga dapat dicapai,” ungkap Harda.

Harda juga mengingatkan agar pelaksanaan pendataan di era pandemi ini harus tetap dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Mafilindati Nuraini menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 2.214 kader pendataan di setiap kalurahan, yang siap terjun langung ke masyarakat untuk melakukan pendataan. “Kader tersebut siap untuk mendata dari rumah ke rumah,” jelas wanita yang biasa disapa Linda ini.

Linda menuturkan, ada 2 metode pendataan yang akan dilakukan. Pertama dengan formulir yang berjumlah 23.007 KK, sementara metode kedua melalui ponsel pintar dengan jumlah 298.551 KK. “Sehingga KK sehingga total yang didata sebanyak 321.558 KK, perkiraan setiap kader mendata 150 -200 KK. Diharapkan 1 April 2021 sampai dengan 31 Mei 2021 selama 2 bulan penuh bisa diselesaikan,” ujar Linda.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidan Adpin BKKBN DIY Ita Suryani menjelaskan bahwa kegiatan pendataan keluarga ini seharusnya dilakukan pada tahun 2020 yang disinergikan dengan sensus penduduk, namun terpaksa ditunda hingga tahun 2021 diakibatkan pandemi. “Harapannya data hasil pendataan ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan program pembangunan Bangga Kencana disamping program pembangunan lainnya,” jelas Ita.

Sehingga, Ita berharap agar pendataan keluarga tahun 2021 ini dapat berjalan sukses dengan dukungan semua pihak terkait. (KIM Ngaglik/Srp)

image_pdfimage_print
Bagikan: