Sleman – Hipertensi jadi penyakit yang paling banyak diderita jamaah calon haji asal Kabupaten Sleman tahun 2014 ini. Namun demikian meski banyak yang alami hipertensi namun tidak ada satu orangpun yang ditunda keberangkatannya.
“Dari 926 jamaah calon haji yang diperiksa tahap ke dua di 25 Puskesmas se Kabupaten Sleman terdapat 30,02 persen yang mengalami hipertensi dan 14,04 persen jamaah calon haji mengalami diabetes milutus dan gangguan lemak tubuh yang tidak normal pada 12,63 persen jamaah calon haji,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes di Sleman, Kamis (11/9).
Menurut Linda panggilan Mafilindati, penyebab penyakit tersebut adalah multifaktor, tapi didominasi gaya hidup dan faktor usia. “Lansia diatas 60 tahun atau lebih 60 tahun 12,42 persen, usia, dan gaya hidup termasuk pola makan serta keturunan juga dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi,” kata Linda.
Linda menambahkan penyakit yang dialami jamaah calon haji, seperti hipertensi dan diabetes, membuat daya tahan tubuh gampang menurun. “Diabetes membuat orang lebih mudah kena penyakit lain. Kalau diabetes tapi hipertensi juga, itu rentan stroke,” tutur Linda.
Untuk pelaksanaan evaluasi kesehatan jamaah calon haji Sleman dilakukan dua kali, yaitu pada Mei dan Agustus lalu. Hasilnya, 53 % dinyatakan bisa mandiri, 44 % dalam observasi dan 3 % harus dalam pengawasan lebih ketat. Tahun sebelumnya, hipertensi juga menjadi yang terbanyak diderita jamaah calon haji.
“Untuk mengantisipasinya kita sudah memberikan penyuluhan, misalnya memberitahu agar minum yang cukup dan jangan memaksakan aktivitas,” kata Linda.


