Gunung Merapi yang terletak di utara Kabupaten Sleman kembali mengalami erupsi efusif dengan mengeluarkan awan panas pada Sabtu (3/4/2021) sebanyak 1 kali dengan jarak luncur 1.300 Meter ke arah barat daya. Selain awan panas terjadi juga guguran lava pijar sebanyak 10 kali, dengan jarak luncur maksimal sejauh 800 Meter dari puncak.
Surono, seorang Doktor ahli gunung menghimbau agar masyarakat di lereng Gunung Merapi agar tidak khawatir. Menurutnya, erupsi efusif yang terjadi justru pertanda baik, artinya sistem entrusi magma sudah terbuka bebas.
“Ibaratkan saja njenengan punya balon udara yang diisi air. Jika balon itu dibocorkan, maka mustahil balon itu meletus. Karena energi air yang terkumpul keluar dari lubang bocoran tersebut. Itulah yang terjadi di Merapi saat ini,” ujar pria yang juga biasa dipanggil Mbah Rono ini dalam acara Obrolan Tentang Merapi, yang disiarkan secara langsung melalui kanal induk Frekom_86.
Menurut Mbah Rono, hal yang penting untuk diperhatikan seharusnya bukan hanya masalah merapinya saja, tetapi juga terhadap kondisi barak pengungsian.
“Memang kondisi Merapi perlu disikapi secara arif. Akan tetapi potensi penularan dan penyebaran Covid-19 di barak pengungsian ini yang lebih saya resahkan. Oleh karena itu monggo, pak Lurah dan jajarannya harus lebih bijak membangun strategi yang bisa mengamankan itu semua,” tutur Mbah Rono. (KIM Pakembinangun/Asrori Wardan)


