Sleman – Mencetak sawah baru di Sleman tidaklah mudah, dan biaya yang diperlukan juga tidak sedikit. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Ir Widi Sutikno Msi mengungkapkan membuat sawah baru tidaklah mudah.
“Biayanya juga mahal. Untuk menyiapkan saluran irigasi dan sebagainya bisa butuh Rp 30juta per hektare,” kata Widi, kemarin.
Tidak mungkin sawah bertambah, kecuali menunda dan mengendalikan alih fungsi lahan. Karena itu Widi mengaku pihaknya mencatat luas lahan pertanian di Sleman sekitar 22.623 hektar pada 2013 lalu. Menurutnya, perbedaan dengan data versi DPPD terjadi karena banyak warga yang mengalihfungsikan lahannya tanpa mengurus perizinan.
Kepala DPPD Kabupaten Sleman, Purwatno Widodo mengatakan, alih fungsi adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihentikan.
“Namun kami bisa menata dan mengendalikan melalui mekanisme perizinan,” kata Purwatno. Purwatno juga mengatakan izin dikeluarkan dengan mempertimbangkan aspek tata ruang, lingkungan, sosial dan budaya, ekonomi, serta fungsi kawasan.***


