Lakukan Penelitian Emisi Karbondioksida, Siswi MAN 4 Sleman Raih Medali Internasional

Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari emisi kendaraan roda 2 maupun roda 4 sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, bahkan menjadi salah satu dari silent killers. Dibutuhkan tindakan dan inovasi untuk menghadapinya.

Hal tersebut yang menarik perhatian dua siswi MAN 4 Sleman, Siti Aisyah dan Nuraini Ratna Wulandari. Mereka berdua melakukan penelitian mengenai pemanfaatan biji mahoni (Swintenia Biofiler) untuk menyerap karbondioksida (CO2). Atas penelitian tersebut, kedua remaja ini menerima penghargaan medali perunggu dari Youth International Science Fair (YISF) dan Indonesian Young Scientists Association (IYSA) untuk kategori Enviromental Research.

“Diperlukan antisipasi dengan menciptakan masker yang bisa menyerap karbondioksida. Kami meneliti biji mahony (Swietenia Biofilter) untuk menyerap karbondioksida (CO2). Biji mahony diolah dan dibuat masker sebagai filter. Masker tersebut dijadikan alternatif mencegah keracunan karbondioksida,” kata Siti Aisyah bersama Nuraini Ratna Wulandari ketika mengikuti acara pengumuman penghargaan yang disiarkan secara langsung melalui platform Youtube, Sabtu (17/04/2021), di MAN 4 Sleman, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.

Kedua remaja putri tersebut menuturkan, bahan yang mereka gunakan dalam penelitian adalah kertas filter, bubuk biji mahoni (Swietenia Biofilter), kanji, air dan masker. Dari hasil percobaannya diketahui bahwa mahoni (Swietenia Biofilter) mampu menurunkan kadar CO2 dari 875 PPM menjadi 184 PPM.

“Hal ini mengindikasikan bahwa biji mahoni (Swietenia Biofilter) mampu mengikat CO2 lebih baik dari pada penyaring (filter) biasa.  Ikatan CO oleh filter mahoni mampu mencapai 79.5%, sedangkan filter biasa hanya mampu mengikat 20.5% CO di udara. Biji mahoni  cocok digunakan sebagai penyerap karbondioksida (CO),” beber Nuraini.

Hasil percobaan yang mereka lakukan kemudian ditulis dalam satu artikel bahasa Inggris dengan judul Natural Adsorbent from Mahogany Seeds (Swietenia Macrophylla) to Reduce Motor Vehicle Emissions (Penyerapan alami biji mahoni untuk menurunkan emisi kendaraan bermotor), dan diikutsertakan dalam acara Youth International Science Fair (YISF) yang kemudian meraih penghargaan.

Prestasi yang diraih Siti Aisyah dan Nuraini Ratna Wulandari ini juga mendapat apresiasi oleh Kepala MAN 4 Sleman, Muhammad Yusuf serta para guru dan pegawai MAN 4 Sleman. (Eds/KIM Moyudan)

image_pdfimage_print
Bagikan: