Pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) adalah pembangunan total atas sebuah desa (kalurahan) yang digagas oleh PBB yang kemudian diterapkan di Indonesia atas kesepakatan bersama. Tujuannya adalah untuk menjamin kelansungan hidup warga desa, baik yang berada di generasi sekarang, maupun yang akan datang.
Demi memperlancar berjalannya SDGs, Pemerintah Kalurahan Sinduharjo menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi petugas pendata SDGs yang terdiri dari pamong kalurahan dan relawan pada Senin (19/4/2021) malam di Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Bimtek berisikan mengenai proses pendataan yang dilakukan, baik pendataan Rukun Tetangga (RT), kepala keluarga, maupun warga yang berada di Kalurahan Sinduharjo.
Suprapti, Pendamping Desa (Kalurahan) Sinduharjo menyebutkan bahwa tujuan dari program SDGs adalah untuk mewujudkan desa tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, layak air bersih, memiliki sanitasi yang memadai, dan berenergi bersih terbarukan. Selain itu, SDGs juga menciptakan infrastruktur dan inovasi sesuai dengan kebutuhannya. “Sehingga warga desa dapat hidup sehat, sejahtera, dan menerima pendidikan yang berkualitas,” terang Suprapti.
SDGs juga menyasar peran serta gender yang seimbang, dengan melibatkan partisipasi setiap warganya, termasuk dari kalangan perempuan.
“Penerapan SDGs ini diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi secara merata, konsumsi dan produksi yang ramah lingkungan. Sehingga warga desa dapat tingga di permukiman yang nyaman dan aman. SDGs juga menimbulkan kesadaran warga desa terhadap lingkungan darat dan laut, tanggap dengan perubahan iklim, dan hidup damai dan berkeadilan,” jelasnya Suprapti lagi.
Kegiatan bimtek sendiri diikuti oleh seluruh Pamong Kalurhan Sinduharjo, dan 106 relawan dari RT. Para peserta dibagi menjadi 2 kelas yang kemudian akan mengikuti bimtek yang dilakukan selaman 2 hari, masing-masing kelas per harinya, demi mengantisipasi keramaian yang terjadi.
“Para petugas nantinya akan melakukan pendataan menggunakan smartphone dengan target 675 kepala keluarga, dan 19.756 individu anggota keluarga,” terang Faisal Nur Achmad, Carik Kalurahan Sinduharjo yang juga bertindak sebagai ketua panitia. (KIM Ngaglik/SPN)


