Sektor peternakan memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Sleman. Hal tersebut dituturkan oleh Abdul Kadir, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sleman ketika menghadiri Sekolah Lapang Ayam Jowo Super (Joper) yang diadakan oleh Kelompok Tani Ternak Danikerto, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman pada Selasa (18/5/2021).
Hal tersebut disampaikan Abdul Kadir ketika melihat antusiasme para peserta yang mengikuti sekolah lapang, sehingga ia meyakini sektor pertanian, khususnya peternakan Ayam Joper di Ngaglik memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Kita bisa lihat dengan evaluasi yang dilakukan menunjukkan hasil yang memuaskan, sesuai dengan analisa capaian keuntungan oleh usaha tani, peternakan Ayam Joper memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kami akan mengawal untuk bisa menjadi contoh kegiatan peternakan serta mendapatkan insentif dari pemerintah, pembinaan dan pengembangan usaha peternakan,” jelas Abdul Kadir.
Ayam Joper sendiri merupakan hasil persilangan Jowo dan Super Keturunan, yaitu ayam kampung jantan dengan betina petelur cokelat yang bertujuan untuk memaksimalkan produksi dagingnya. “Ayam Joper mempunyai beberapa potensi, antara lain umur panen hanya 60 hari, sementara ayam kampung biasa mencapai 120 hari. Kebutuhan pakan sekitar 2,4 kg untuk 1 kg berat hidup sementara ayam kampung biasa 3,4 kg pakan setiap 1 kg berat hidup,” terang P. Rofiq, perwakila Dinas Pertanian Kabupaten Sleman yang juga bertindak sebagai narasumber dalam acara Sekolah Lapang Ayam Joper tersebut.
Rofiq juga menambahkan bahwa permintaan konsumen terhadap Ayam Joper ini juga terhitung tinggi. Hal tersebut dikarenakan rendahnya kadar kolesterol dan lemak yang dikandung oleh Ayam Joper. “Selain itu, ayam tersebut juga mudah dipelihara oleh semua orang,” tambahnya.
Program pertenakan Ayam Joper sendiri merupakan usulan program dari Komisi C DPRD Sleman kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sleman. Program tersebut merupakan implementasi visi misi Bupati Sleman yang tercantum dalam RPJMD untuk mengurangi dampak pandemi dengan beternak Ayam Joper. Program tersebut dilakukan dengan secara efektif dan efisien dalam memilih jenis ayam dan pakan, dengan ilmu dan pengalaman, yang dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang jelas di masyarakat. (Arief Hartanto)


