Penanganan bencana alam yang terjadi harus dilandasi dengan tindakan preventif yang cepat dan tepat dalam melakukan pengelolaan resiko bencana guna meminimalisir adanya korban. Hal tersebut menurut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang menjadi alasan dibentuknya Desa (kalurahan) Tanggap Bencana (Destana) di Kabupaten Sleman, salah satunya adalah Kalurahan Sumbersari.
“Kami berharap Sumbersari sebagai kalurahan tangguh bencana dapat menambah pengetahuan kepada masyarakat adanya potensi bencana di lingkungannya. Gladi lapang penanggulangan bencana sebagai langkah menyamakan persepsi dan mematangkan koordinasi antar instansi penanganan bencana,” kata Kustini saat mengukuhkan Desa Tangguh Bencana (Destana) Sumbersari Jumát (28/05/2021) di Pendopo Kalurahan Sumbersari Moyudan Sleman.
Pengukuhan sendiri dimulai dengan melakukan simulasi penanganan bencana angin kencang yang menimpa Padukuhan Menulis dan Tumut. Beberapa simulasi yang dilakukan antara lain adalah penanganan oleh Tim Pusat Data Informasi, Tim Barak dan Pengungsian, Tim Logistik, Tim Dapur Umum, dan Tim Kesehatan dan Relawan, sesuai dengan pelatihan Destana yang telah dilakukan selam 6 hari sebelum pengukuhan.
“Tim Destana Sumbersari dibentuk dengan Keputusan Lurah Sumbersari Nomor 13 Tahun 2021 beranggotakan 25 Orang, terdiri dari Pamong Kalurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Relawan yang tergabung dalam LOSARI, Satlinmas dan masyarakat,” ungkap Junaidi, Carik Sumbersari di depan tamu undangan yang menghadiri pengukuhan, seperti Bupati Sleman, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Panewu Moyudan, dan Danramil Moyudan.
Tim Destana Sumbersari diharapkan dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utamanya, yakni meningkatkan kapasitas warga masyrakat dalam penanggulangan bencana, sebagai pelaksana kegiatan Penanggulangan Bencana, bekerja sama dengan lembaga terkait dalam menanggulangi berbagai bencana.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto mengatakan ada 7 (tujuh) potensi bencana di Kabupaten Sleman yaitu puting beliung/ angin kencang, erupsi Merapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, gempa bumi dan kebakaran.
“Dari tujuh tersebut yang paling rawan di Sumbersari adalah angin kencang atau puting beliung,” tegasnya. (Edy/KIM Moyudan)


