Dalam upaya menjawab pertanyaan dari masyarakat tentang keamanan dari Vaksin Astrazeneca, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengadakan Seminar mengenai Efikasi dan Keamanan Vaksin Astrazaneca yang bertepatan dengan Hari Lanjut Usia Nasional. Seminat tersebut dilaksanakan secara daring malalui Aplikasi Zoom Meeting dan siaran langsung dari Smart Room Dinas Kominfo Sleman, melalui Youtube SlemanTV, Rabu (02/06/2021).
Seminar menghadirkan dr. Novita Krisnaeni, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman yang menyampaikan materi mengenai perkembangan dan kebijakan terbaru dari Vaksin Astrazeneca, serta dr. Mei Neni Sitaresmi, Ketua Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) DIY yang memberikan penjelasan lengkap mengenai Vaksin Astrazeneca.
Acara seminar ini dihadiri lebih dari 250 peserta melalui aplikasi Zoom Meeting meliputi dari perwakilan dari perangkat daerah di Kabupaten Sleman, kapanewon dan kalurahan, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, termasuk tokoh agama dan masyarakat umum.
Dalam pemaparannya, dr. Novi menyebutkan, proses vaksinasi COVID-19 di Indonesia hingga saat ini menggunakan dua jenis vaksin, yaitu Sinovac dan yang terbaru Astrazeneca, dengan masing-masing memiliki efek samping yang berbeda.
“Dibandingkan dengan vaksin sinovac ada beberapa keluhan ringan seperti demam, pusing, dan mual setelah mendapatkan suntikan vaksin Astrazeneca. Akan tetapi masyarakat tak perlu khawatir karena efek samping tersebut akan hilang dalam 2 hari serta dapat melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan setempat,” jelas dr. Novi.
Ia juga menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, meskipun telah divaksin.
Sementara itu, dr, Mei Neni menyebutkan bahwa proses vaksinasi menggunakan Vaksin Astrazeneca tetap akan dilakukan sebanyak dua dosis untuk memberikan proteksi yang lebih baik, sama seperti Vaksin Sinovac. Namun dengan perbedaan jarak antara dosis pertama dosis kedua adalah 12 minggu, berbeda dengan Sinovac yang hanya berjarak 2 minggu..
”Proteksi akan segera muncul setelah vaksinasi tahap ke-2,” jelas dr. Mei Neni.
Vaksin Astrazeneca sendiri, kata dr. Mei Neni, diberikan kepada sasaran dengan usia minimal 18 tahun.
“Keunggulan dari Vaksin Astrazeneca juga dipercaya dapat melindungi dari varian baru COVID-19 dari India (B.1.617.2), serta sudah sertifikasi halal dan digunakan oleh 58 negara di dunia,” jelasnya.
Dengan manfaat yang diberikan, dr. Mei Neni dengan tegas meyakinkan masyarakat bahwa Vaksin Astrazeneca itu aman digunakan oleh masyarakat, sehingga menurutnya, masyarakat jangan percaya dengan kabar berita palsu atau hoaks yang ramai beredar di masyarakat mengenai efek samping vaksin tersebut.
”Vaksinasi menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan pada saat ini dalam menangani pandemi COVID-19,” ungkap dr. Mei Neni. (Rep Satyo)


