Depok – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur Condongcatur yang beranggotakan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani se-Condongcatur melaksanakan panen perdana bawang merah yang ditanam di persawahan Padukuhan Pondok, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (11/6/2021).
Panen perdana bawang merah ini merupakan hasil sekolah lapang dan dicoba dibudidayakan di beberapa padukuhan di Condongcatur yaitu Pondok, Kayen, Sanggrahan dan Kaliwaru oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Dari empat padukuhan tersebut, bawang merah yang ditanam di Padukuhan Pondok menjadi yang pertama dipanen.
Kalurahan Condongcatur bisa disebut sebagai wilayah perkotaan. Kawasan permukimannya tergolong wilayah padat penduduk karena dipenuhi perguruan tinggi dan kos-kosan. Meski demikian, budidaya tanaman bawang merah terbukti cukup mudah dibudidayakan dan cocok ditanam di wilayah Condongcatur.
Bawang merah atau brambang (bahasa Jawa) memiliki nama latin Allium Cepa Var Ascalonium merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai penguat rasa/bumbu masakan. Selain untuk bumbu masak, tanaman ini juga dapat dimakan mentah, juga sebagai obat tradisional. Kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat digunakan sebagai penyedap rasa.
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji berharap bawang merah ini dapat dikembangkan di Condongcatur yang tanahnya cukup akomodatif untuk jenis tanaman ini. “Ke depan dapat menjadi salah satu alternatif tanaman petani selain padi dan jenis palawija yang lain sehingga hasilnya dapat menambah kesehahteraan para petani sesuai nama Gabungan Kelompok Tani Condongcatur yaitu Gapoktan Tani Makmur Condongcatur,” ujar Reno saat memimpin panen perdana ini.
Setelah seremonial acara memanen bawang merah selesai dilanjutkan dengan acara tumpengan sebagai sujud syukur kepada Tuhan, dan dilanjutkan makan bersama di areal persawahan Padukuhan Pondok yang masih asri dan dialiri air yang masih jernih. (Wasana/KIM Depok)


