Kemenkominfo Gelar Virtual Talk Guna Tingkatkan Kemampuan Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan bertajuk Siberkreasi Local Fair (SLF) 2021 yang merupakan kegiatan seminar dan pertunjukan secara hybrid dengan menghadirkan berbagai narasumber baik lokal maupun nasional yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

Salah satu kegiatan dalam LSF 2021 yang digelar di Anvaya Beach Resort Kuta Bali, Sabtu (12/6/2021) yakni Virtual Talk yang dilaksanakan melalui streaming media online Youtube Channel Siberkreasi yang diikuti oleh 50 peserta pegiat informasi di seluruh Indonesia, termasuk Ketua KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo mewakili KIM Kabupaten Sleman.

Virtual Talk membahas empat pilar Literasi Digital, yaitu Digital Skills, Digital Ethics, Digital Culture, dan Digital Safety yang diselingi dengan berbagai hiburan seperti stand up comedy dan music performance dari artis lokal.

Diskusi tentang digital culture yang dipandu oleh Putri Cahya menghadirkan narasumber Ketua Umum Siberkreasi, Yosi Mokalu, Perwakilan dari Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Basra Amru, Specialist Communication for Development UNICEF Indonesia, Rizky Ika Syafitri, serta Tenaga Ahli Menteri Kominfo Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Kominfo, Donny Budi Utoyo.

Donny menuturkan bahwa Siberkreasi merupakan gerakan nasional untuk menanggulangi ancaman potensi bahaya terbesar yang sedang dihadapi oleh Indonesia, yaitu penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoax, cyberbullying dan online radicalism.

“Musuh kita adalah apapun yang dapat meruntuhkan toleransi, menghancurkan kerukunan, dan memecah belah bangsa. Hoaks jelas adalah musuh yang perlu kita lawan bersama. Dulu senjata kita adalah bambu runcing, kini adalah gadget atau ponsel kita. Maka gunakan untuk melawan hoaks,” tegas Donny.

Upaya penanggulangan dilakukan dengan strategi gotong royong dari hulu sampai hilir yaitu mulai dari edukasi literasi digital yang diampu oleh Kominfo, Siberkreasi, KPC-PEN, dan media di bagian hilir. Kemudian pendampingan berkelanjutan oleh komunitas, serta di bagian hulu yaitu penegakan hukum yang mencakup pemblokiran dan proses hukum yang diampu oleh Kominfo dan Kepolisian.

“Apabila menemukan konten negatif di media sosial bisa menghubungi chatbot anti hoaks resmi melalui nomor 0859-2160-0500 Kalimasada hoax checking. Masyarakat bisa melakukan pengecekan tentang kebenaran suatu konten di media social dan bisa melaporkan konten yang dianggap hoaks di nomor tersebut,” lanjut Donny.

Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi menyebarkan konten positif melalui internet dan lebih produktif di dunia digital. Dengan harapan para warganet dapat semakin bijak dan cerdas menggunakan sosial media di era digital, menciptakan konten positif yang berkualitas, berbagi pengetahuan mengenai kecakapan digital agar dapat memilih dan memilah konten informasi yang diterima, tidak menyebarkan kebencian, memanfaatkan teknologi digital secara lebih produktif dalam berbagai bidang seperti bisnis, pola asuh, dan kreasi konten, serta mengajak para millenial untuk tetap produktif dari rumah di masa pandemi COVID-19. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: