Sleman – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kabupaten Sleman kembali diperpanjang hingga 6 September 2021. Hal tersebut dilakukan karena perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman sampai saat ini belum stabil, di mana kasus positif terus mengalami kenaikan dan penurunan. Dilaporkan per tanggal 29 Agustus 2021 terdapat kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sleman sebanyak 52.504 kasus dengan angka kesembuhan mencapai 44.025, atau 85,83 %, tidak berbeda jaug dari hitungan nasional yaitu 91,4%.
Sedangkan pada kasus meninggal dunia dilaporkan sebanyak 2.292 atau 4,3% di mana angka tersebut masih tinggi jika dibandingkan dengan perhitungan nasional yaitu hanya 2,3%.
Walaupun penggunaan Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi terpusat di rumah sakit Kabupaten Sleman menurun, tetapi tingkat isolasi mandirinya masih tercatat sebanyak 5.115 kasus.
“Meskipun BOR di rumah sakit mengalami penurunan, BOR isolasi terpusat kita mengalami penurunan, tetapi kasus kita ini masih banyak, itu tadi isomannya masih 5.115,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama dalam jumpa pers di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, pada Selasa (31/8/2021).
Cahya Purnama menambahkan jika untuk isolasi terpusat hanya tersedia 4 tempat di kabupaten, namun ada juga tempat isolasi terpusat yang disediakan di TNI dan Hotel.
“Kalau kabupaten hanya 4 isoter, tapi saat ini ada isoter di beberapa tempat yang lain yang mungkin dari TNI, ada yang dari hotel,” tambahnya.
Sementara itu untuk trantesting mingguan Sleman tercatat ada peningakatan. Sampai akhir Agustus, ada 1.355 yang dirawat, namun status isolasi mandiri di Kabupaten Sleman masih tinggi.
PPKM level 4 masih diupayakan berjalan di Kabupaten Sleman dan program vaksinasi dengan jenis vaksin apapun akan terus digenjot untuk mencegah penularan COVID-19.
“Dan ini kita masih berjalan untuk kasus PPKM level 4, jadi kita harus berhati-hati, satu-satunya untuk mencegah adanya penularan COVID supaya tidak berakibat fatal harus memperkuat dari imunisasi tadi vaksinasi apapun jenisnya, semakin cepat semakin baik tidak perlu yang lain, semua vaksin COVID bagus yang memberikan antibodi, dia sudah diberi izin oleh bpom,” jelas Cahya Purnama. (Rep Nikke)


