Sleman – Kepala Dinas Pertanian ParikanÀn dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir Widi Sutikno MSI mengatakan bahwa pihaknya melakukan pantauan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha dalam upaya agar hewan kurban yang dijual benar-benar sehat dari berbagai penyakit yang sering menjangkiti hewan. “Beberapa penyakit hewan yang perlu diwaspadai tersebut antara lain Antrax, sebab pada beberapa tahun lalu wilayah Pakem termasuk endemis antrax,” kata Widi Sutikno, kemarin.
Disamping itu lanjut Widi hewan kurban yang masuk di Sleman perlu pengawasan yang baik untuk menghindari kemungkinan yang paling buruk. Dikatakan Widi untuk kurban tahun ini kebanyakan masyarakat mencari hewan untuk kurban langsung ke pasar, berbeda dengan tahun sebelumnya masyarakat mencari hewan kurban pada petani. Kalau mencari hewan kurban ke pasar akan lebih mudah dengan berbagai pilihan dan harga tergantung kemampuan keuangan yang ada. Diharapkan pula pada waktu penyembelihan hewan kurban yang perlu dipertikan adalah penggunaan alas untuk penempatan daging, artinya tidak hanya ditaruh dilantai saja hal tersebut untuk menjaga kesehatan dan kebersihan daging.
Ditekankan pula oleh Widi untuk pendistribusian daging kurban dianjurkan untuk memakai plastik yang berwarna putih meskipun semuanya mengandung kimia, tetapi akan lebih baik dibanding menggunakan plastik yang berwarna hitam atau yang lain. Yang jelas tambah Widi untuk menjaga kehatan hewan kurban setiap hewan yang masuk di pasar hewan selalu diperiksa, termasuk hewan yang keluar pasar.
Hal tersebut semata-mata untuk menjaga kesehataan dan keamanan hewan kurban. Kedepan tambah Widi, Pemerintah pusat akan memfasilitasi sarana untuk penimbangan hewan kurban, artinya hewan kurban tersebut akan ditimbang berapa beratnya, tinggal mengalikan berapa harga daging perkilogramnya saat traksaksi terjadi. Hingga masyarakat akan lebih pasti besaran sapi/daging tersebut, karena saat ini masyarakat dalaam membeli hewan kurban hanya berdasarkan perkiraan/taksiran.
Sementara itu tambah Widi, dari data yang ada jumlah hewan kurban yang masuk di Pasar Hewan Gamping pada tahun 2011 untuk sapi sebanyak 40.009 kerbau 148, kambing 4.214. Tahun 2012 sapi 40.006, kerbau 95 dan kambing 3.834 ekor dan pada tahun 2013, sapi 34.615 ekor, kerbau 56 ekor dan kambing 3.475 ekor.
Sedang yang terjual pada tahun 2011 untuk sapi sebanyak 22.272, Kerbau 99 dan kambing 1.395 ekor. Tahun 2012 sapi yang terjual 26.426 ekor, kerbau 66 dan kambing 1.218 ekor dan pada tahun 2013 sapi yang terjual mencapai 20.648, kerbau 43 dan kambing 1.178 ekor. Nilai transaksi penjualan hewan kurban pada tahun 2011 mencapai Rp 157,545miliar. tahun 2012 naik menjadi Rp 197,931 miliar dan pada tahun 2013 turun lagi menjadi Rp 167,176 miliar.


