Kerja Sama Antar Pihak Sangat Diperlukan untuk Antisipasi Penularan COVID-19

Sleman – Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Kabuapten Sleman seperti pada bulan Juli 2021 lalu, dibutuhkan kerja sama antar semua pihak yang terlibat. Hal itu disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan, dr. Wisnu Murti Ani dalam jumpa pers yang diselenggarakan di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Sleman, Rabu (15/9/2021).

Wisnu mengatakan, bahwa terjadinya lonjakan kasus pada Juli lalu disebabkan berbagai macam hal. Beberapa diantaranya adalah tingginya mobilitas masyarakat, tanpa adanya pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Yang pertama adalah penyebabnya mobilitas yang terlalu tinggi, kerumunan tidak bisa terbendung, prokesnya tidak ditaati sehingga akhirnya terjadi penularan yang sangat cepat, yang kedua setelah penularan itu terjadi situasi isolasi mereka tidak terjadi pemutusan kontak, sehingga mereka isolasi dirumah tapi tetap berkontak dengan yang lain sehingga penularan tetap terjadi,” ungkap Wisnu Murti Ani

Wisnu berpendapat perlu adanya kerja sama antar pihak seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dan masyarakat dalam mengantisipasi tingginya tingkat penyebaran yang terjadi, seperti memastikan para pasien positif COVID-19 menjalani isolasi dengan tepat. 

“Meskipun mobilitas kita sudah dibuka di level 3 harusnya kita mengimbangi level 3 ini dengan prinsip kalau memang ada yang positif kita betul-betul harus memutus penularan orang yang positif ini jangan sampai dia bisa menularkan ke yang lain,” jelas Wisnu.

Untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman sendiri telah menyiapkan langkah skrining awal dengan memanfaatkan Aplikasi Peduli Lindungi, yaitu suatu sistem aplikasi yang dapat mengetahui jika ada pasien yang positif dengan pemindaian barcode yang tertera di Aplikasi tersebut

“Ini bisa diketahui dengan cara scan barcode–nya dan ternyata dia dalam keadaan positif COVID-19 main ke mall, nah ini sudah menjadi solusi dari pemerintah yang bagus tapi, kemudian perlu adanya  kesadaran dari mereka harus diisolasi, sebaiknya di Isoter,” ungkap Wisnu.

Wisnu juga memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan fasilitas yang mendukung bagi pasien positif COVID-19 seperti tabung oksigen serta tenaga medis

“Kami sudah menyediakan banyak fasilitas, ada oksigen di Asrama Haji dengan kapasitas oksigen kami ada 24 tabung lengkap dengan spanol dan semuanya, kemudian dokter dan perawat ada,” tutup Wisnu. (Rep Rahayu)

image_pdfimage_print
Bagikan: