Sleman – Dalam rangka mendukung dan memfasilitasi penguatan kelompok-kelompok seni budaya yang ada di Kabupaten Sleman, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman memberikan bantuan hibah gamelan besi Jangkep (pelog slendro) Gaya Yogyakarta pada 8 kelompok paguyuban kesenian di Gereja St Aloysius Gonzaga, Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman pada Jumat (17/9/2021). Bantuan gamelan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada Ketua Paguyuban Seni Karawitan Gerejani “Sekar Langen Mlati”, Kriswanto.
Sekertaris Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman, Edi Winarya menjelaskan bahwa Disbud Sleman telah merealisasikan pemberian bantuan hibah gamelan kepada kelompok seni budaya sejak tahun 2019. Pemberian bantuan hibah ini sesuai proposal yang masuk ke Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman dengan mekanisme T-2 (proposal diajukan minimal dua tahun sebelum realisasi).
“Hibah ini berdasarkan DPA BKK Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2021 di mana Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman memiliki program kegiatan Sarana Prasarana Keistimewaan Urusan Kebudayaan dengan Sub Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Budaya,” jelasnya.
Adapun delapan kelompok penerima hibah bantuan gamelan pada tahun 2021 ini yaitu Paguyuban Karawitan Hanggana Raras, Kelompok Seni Wayang Uwong Eko Budaya, Paguyuban Seni Karawitan Gerejani ‘Sekar Langen Mlati’, Paguyuban Karawitan dan Kethoprak ‘Ngesti Wiromo’, Karawitan Srikandi Laras, Paguyuban Seni Karawitan ‘Santi Budoyo Putro’, Paguyuban Seni Kethoprak ‘Marsudi Budoyo’, Karawitan ‘Hargo Laras’.
Sementara itu Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan penyerahan bantuan gamelan ini adalah upaya untuk membentuk masyarakat Sleman yang berbudaya. Namun demikian, menurut Kustini yang harus dipahami adalah bahwa pengertian budaya tidak hanya sekedar seni pertunjukan tetapi implementasi secara nyata dalam tata nilai budaya jawa dikalangan masyarakat.
“Pemberian fasilitas gamelan diharapkan bisa memberikan semangat dan menumbuhkan dinamika positif terhadap pengembangan dan pelestarian budaya,” ujar Kustini.
Kustini berharap ke depannya kelompok seni yang telah menerima hibah dapat menjual potensi dan kemampuannya sehingga dapat mendatangkan kemanfaatan kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup dari pelaku seni tersebut.
“Walaupun masih di dalam masa pandemi COVID-19, paguyuban seni karawitan harus tetap antusias untuk berlatih dan mengembangkan bakatnya, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” tambah Kustini. (Humas Sleman)


