Ngaglik – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Ngaglik bekerja sama dengan Satuan Tugas COVID-19 Kapanewon Ngaglik melakukan uji coba Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada Senin (20/9/2021).
Kepala SMA Negeri 2 Ngaglik, Rahmad Saptanto mengatakan penyelenggaraan PTMT ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 420/190996 dan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY Nomor 421/08622 tentang kebijaksanaan Uji Percontohan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada PPKM Level 3.
“Untuk PTMT ini diujicobakan bagi siswa kelas XII, selama pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) sesuai permintaan dari wali murid. Setelah PTS selesai, PTMT akan dievaluasi. Bila bisa berjalan dengan baik, akan dilanjutkan kelas-kelas dibawahnya, yaitu kelas X dan XI,” ujar Rahmad.
Rahmad menuturkan, pihak sekolah berani melakukan uji coba ini karena jumlah tenaga pendidik dan siswa yang sudah divaksin, baik dosis 1 dan dosis 2 telah melebihi batas aman, di mana tenaga pendidik yang telah divaksin sudah mencapai 97%, sementara peserta didik yang sudah divaksin telah mencapai angka 93%.
“PTMT inipun dilaksanakan dengan persetujuan dari orang tua siswa. Bagi siswa yang tidak diijinkan masuk oleh orang tuanya, juga dipersilahkan untuk tidak melasanakan PTMT. Begitu juga dengan siswa yang sedang sakit, sementara diharapkan untuk tetap mengikuti PTS secara online,” jelas Rahmad.
Sebelumnya, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi pelaksanaan PTMT ke beberapa wali siswa melalui aplikasi google meet, dan telah disetujui oleh para wali siswa. Dari 236 siswa, ada 73 siswa yang mengikuti uji coba PTMT ini, dan seluruh pelaksanaan uji coba tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Pihak sekolah telah menyediakan sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan berupa thermo gun, tempat cuci tangan, dan hand sanitizer di beberapa sudut sekolah.
Rahmad menambahkan para siswa melaksanakan PTMT di sekolah secara bergantian berdasarkan nomor absen, dengan durasi waktu paling lama 3 jam, sesuai dengan surat edaran yang berlaku. “Itupun tidak semua siswa, hanya nomor absen 1 sampai 18 yang masuk di kelas masing-masing, sementara sisanya nomor absen 19 sampai 36 masing-masing kelas melaksanakan secara daring. Sementara untuk hari selanjutnya akan bergantian,” tambah Rahmad.
Pelaksanaan PTMT ini juga mendapakan sambutan positif dari para wali kelas, terutama untuk siswa kelas XII karena dapat mempermudah proses pembelajaran dan persiapan UTBK.
“Semoga dengan dilaksanakannya PTMT ini, anak-anak kelas XII bisa lebih fokus dan bisa belajar lebih baik lagi. Karena apabila penyampaian materi diberikan secara langsung maka diharapkan anak-anak akan lebih bisa memahami, dan hal ini juga dilakukan untuk persiapan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK),” ujar Wiwin Kurniasari salah seorang wali kelas XII di SMA Negeri 2 Ngaglik. (ESWE/KIM Sukoharjo)


