Sleman – Ribuan umat Islam melaksanakan sholat Idul Adha di lapangan Denggung Tridadi Sleman, Sabtu (4/10). Pelaksanaan Sholat Idhul Adha di Lapangan Denggung  dengan  Imam dan Khotib Prof Dr HM Amin Rais MA.Â
Dalam khotbahnya Amin Rais menyampaikan bahwa sebagai pemimpin harus mempunyai aklak, iman, dan taqwa yang baik agar mampu menjadi tauladan. Lebih lanjut disampaikan perbedaan Hari Raya Idul Adha tahun 1435 H tidak perlu dipermasalahkan, semua harus menghargai perbedaan dan semuanya baik, dan tidak mengklaim bahwa yang benar adalah tanggal yang 4 atau 5 Oktober 2014.
“Islam menghargai perbedaan, tetapi yang terpenting adalah keiklasan, ” kata Amin Rais. Disampaikan pula seperti dalam berkorban, yang sampai pada Allah bukan daging atau darahnya hewan kurban  tetapi iman dan taqwanya. Pada kesempatan tersebut Amin Rais memberikan infaq dari honor sebagai Imam dan Khatib masih ditambah uang dari pribadinya yang jumlahnya lumayan.
Sementara  Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang  menjadi imam dan khatib sholat Idul Adha di Lapangan Desa Balecatur Gamping antara lain menyampaikan pada hakekatnya perintah kurban sudah ada sejak jaman Nabi Adam dimana Habil dan Qobil diperintahkan untuk berkorban. Dan perintah Kurban ini sangat tegas diperintahkan bagi yang mampu dalam Surat Al Kautzar. Dan tidak ada amal yang dicintai Alloh pada hari raya Idul Adha kecuali menyembelih kurban.
Kurban juga mengandung makna untuk mendekatkan diri kepada, memupuk keiklasan dan berfungsi sosial kepada masyarakat disekitarnya yang masih belum bisa makan daging setiap harinya. Karena di Sleman masih ada sekitar 12 % warga miskin yang butuh bantuan untuk mengangkat derajat meraka dengan infak, sodakoh dan zakat, sehingga harta benda yang dimikilik akan barokah dan menyelamatkan baik di dunia maupun di akherat.
Usai menjadi imam dan Khatib di Lapangan Balecatur Gamping Sri Purnomo melaksanakan pemotongan hewan kurban di Jaban Tridadi Sleman, di tempat tersebut Bupati dan warga setempat melaksanakan pemotongan hewan kurban sebanyak 6 ekor api dan 4 ekor ambing. Daging kurban tersebut sebagian didistribusikan keluar kepada masyarakat yang membutuhkan seperti ke Wonosari.
Menurut ketua panitia kurban Sudiharto daging kurban tersebut yang dibagikan ke warga untuk 400 KK masing-masing akan menerima daging sekitar 1,8 kg bagi Umat Muslim, sedangkan bagi masyarakat Non Muslim akan menerima setengahnya ( 9 ons).


