Gerakan Stop Boros Pangan Demi Kecukupan Pangan di Massa Depan

Sleman – Memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, Pemerintah Kabupaten Sleman menginisiasi gerakan Stop Boros Pangan Mulai dari Piring Kita. Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman mengatakan gerakan yang dicetuskan oleh Bupati Sleman ini bertujuan agar masyarakat tidak melakukan pemborosan terhadap bahan pangan.

Menurut Suparmono, produksi pangan di Kabupaten Sleman saat ini terus mengalami penurunan yang signifikan, dan tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh tingginya pengalihan lahan pertanian yang mengakibatkan jumlah produksi tidak stabil.

“Bulan ini, Bupati mencoba gerakan ini agar masyarakat tidak boros pangan,” ujar Suparmono saat memberikan keterangan dalam Jumpa Pers yang dilakukan di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Sleman, Selasa (5/10/2021).

Gerakan ini menurut Suparmono sangat penting dilakukan, karena menurut Data Ekonomis tahun 2018, Indonesia berada di posisi kedua setelah Arab Saudi sebagai negara pengumpul sampah pangan terbanyak. Dari data tersebut, dikhawatirkan pada tahun 2032/2033 Indonesia, termasuk Kabupaten Sleman akan mengalami defisit bahan pangan.

“Kita sekarang pertahun masih surplus 70 ribu Ton, beberapa waktu yang lalu kita surplus-nya 100 ribu Ton, terun terus karena kita boros banget nyampah makanan,” kata Suparmono.

Suparmono memberikan gambaran fakta pola konsumtif masyarakat Sleman yang boros terhadap bahan pangan. “Gambarannya 1 Kilo beras itu ada 50 ribu butir, kalau orang Sleman sehari menyisahkan 1 butir dengan tiga kali makan, itu sudah membuang pangan kira-kira 24,7 Ton per tahun. Itu kalau kamu buang 1, faktanya kan lebih toh,” katanya.

Untuk itu, Suparmono mengingatkan agar masyarakat Sleman untuk tidak boros pangan, dimulai dari piring sendiri dengan mengambil makanan secukupnya dan tidak membuang makanan.

“Karena itu unsur yang memboroskan, jadi saya minta tolong teman-teman untuk disosialisasikan ke masyarakat agar kemudian ada kesadaran, ada perubahan pola pikir untuk ketahanan pangan itu. Tidak boros pangan itu penting, bisa dilakukan oleh kita semua. Biar Pak Tani meningkatkan produksinya yang luar biasa. Kita sebagai konsumen bisa menahan agar tidak boros pangan,” pungkas Suparmono. (Rep Rahayu)

image_pdfimage_print
Bagikan: