Margomulyo – Pemerintah Kalurahan Margomulyo mengadakan Rembug Stunting dan Rumah Desa Sehat pada Selasa (5/10/2021) di Balai Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan. Kamituwo Margomulyo, Prasetyo Sujanarko mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kalurahan Margomulyo.
“Agar dapat secara bersama-sama melakukan konvergensi percepatan pencegahan stunting,” ujar Prasetyo.
Selain itu, Prasetyo berharap kesepatakan yang didapat dalam rembug stunting ini dapat menjadi program prioritas dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kalurahan. “Karena itu rembug stunting ini dilakukan sebelum pelaksanaan Musrenbangkal,” tambahnya.
Ia juga menggarisbawahi peran BPKal dalam rembug stunting ini sebagai penentu dalam skala prioritas yang dituangkan dalam RKP. “Semoga anggota BPKal dapat memperjuangkan alokasi dana untuk penanganan stunting,” harap Prasetyo.
Heniasih, Tenaga Ahli Pendamping Masyarakat Kabupaten Sleman menyatakan bahwa usulan kebutuhan untuk pencegahan dan penanganan stunting diputuskan berdasarkan kesepatakan atas pihak terkait, seperti OPD, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya. “Karena banyak hal yang bisa dihasilkan dalam konvergensi stunting ini, seperti kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Konseling Gizi Remaja, Air Bersih dan Sanitasi, serta PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini),” jelas Heni.
Ia juga mengingatkan agar Kalurahan dapat melakukan pembinaan sosial dengan kegiatan inovatif yang berkaitan dengan pencegahan stunting. “Dengan indikator cakupan balita gizi buruk dan cakupan balita dengan ASI eksklusif,” tambah Heni.
Sementara itu, Rini Indarti, Pendamping Desa Kapanewon Seyegan menyoroti mengenai pentingnya kerja sama antar sektor untuk mengatasi stunting. Ia juga berharap Margomulyo tidak menjadi lokus stunting, meskipun jumlah penderita stunting di atas rata-rata. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


