Gamping – Guna mempersiapkan pengukuhan kepengurusan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang ditujukan untuk memperkuat koordinasi dalam mengurangi risiko bencana, Pemerintah Kapanewon Gamping menyelenggarakan pertemuan bersama segenap komunitas relawan yang dilaksanakan di ruang rapat lantai II Kantor Panewu Gamping, Rabu (6/10/2021).
Kegiatan diikuti oleh perwakilan komunitas relawan yang berasal dari Tim Reaksi Cepat, TKD Mitra Babinsa, Dharma Laku, Sigap 1011 Somojoyo, Tagana, RAPI, Srikandi, Merapi, Karbolo, Sahular, Lowo Rescue, Geplakan Siap Siaga, Garda Aksi Sosial Rescue, Senkom Mitra Polri, Rescue 920, Satuan Relawan Trihanggo, Tabah Rescue, Karang Taruna, serta Kelompok Informasi Masyarakat yang ada di wilayah Kapanewon Gamping.
Diskusi yang dipandu oleh Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi ini juga dihadiri oleh Panewu Gamping, Sarjono, Kanit Binmas Polsek Gamping, Iptu Subilal, dan Bati Komsos Koramil 17/GP, Serma Dalijo.
Sebagai pemantik diskusi terkait kerelawanan, Panewu Gamping Sarjono mengungkapkan bahwa di dalam situasi yang genting dalam menghadapi wabah COVID-19 beberapa bulan silam sangat dibutuhkan peran serta dari para relawan. Keterlibatan dalam hal kemanusiaan ini juga perlu dilakukan oleh para pengusaha seperti pengadaan armada ambulans yang sangat diperlukan dalam operasional penanganan warga terpapar Covid-19 agar mendapatkan penanganan medis yang cepat.
“Selain Posko untuk relawan sebagai pusat informasi, perlu adanya anggaran yang dapat dipergunakan sebagai fasilitas operasional ketugasan relawan dan pelaksanaan piket harian untuk mempermudah koordinasi pengurangan risiko bencana di wilayah Kapanewon Gamping,” tutur Sarjono.
Hal senada disampaikan oleh Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi. Menurutnya, FPRB dimaksudkan untuk memberikan informasi, pengawasan, fasilitasi, dan konsultasi yang dimungkinkan dapat meminimalisir risiko bencana, sehingga terbentuk komunitas yang tanggap dan tangguh terhadap penanganan bencana alam maupun non alam yang terjadi.
“Saya harap setelah dikukuhkan nanti kepengurusan FPRB segera menyusun program kerja yang terukur dan terarah terkait pengurangan risiko bencana sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan di lapangan agar fungsinya sebagai wadah yang dapat menyatukan berbagai komunitas relawan yang bergerak dalam mendukung upaya pengurangan resiko bencana,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


