Dalam rangka memberikan pengetahuan serta keterampilan desain kemasan produk bagi pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kemasan bagi IKM pangan di Kapanewon Cangkringan.
Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kapanewon Cangkringan dalam empat sesi, yaitu pada 30 September, 1 Oktober, 7 Oktober, dan 8 Oktober 2021 serta diikuti sebanyak 20 peserta yang merupakan anggota Forkom UMKM Kapanewon Cangkringan.
Bimtek tersebut digelar sebagai wujud dukungan Disperindag Sleman pada kemajuan IKM pangan khususnya Kapanewon Cangkringan serta upaya percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19.
Sementara materi kemasan yang dipaparkan pada bimtek tersebut dipilih mengingat selera konsumen saat ini tidak terbatas pada rasa saja, tetapi juga dari sisi kemasan yang ditawarkan. Selain memberikan nilai estetika produk, kemasan juga dianggap dapat memberikan informasi tentang produk tersebut.
Rahmat, narasumber dari Seksi Pengawasan dan Pengendalian Usaha Industri Disperindag Sleman, menjelaskan bahwa kegiatan bertujuan agar para pelaku IKM yang ada di Kapanewon Cangkringan tidak hanya menekuni olahan saja, namun juga pada perbaikan serta inovasi kemasan.
Hal tersebut disampaikan Rahmat karena masih banyak pelaku IKM yang menggunakan kemasan yang tidak sesuai dengan standar dari Kementerian Perdagangan.
“Barang dalam keadaan terbungkus yang diproduksi atau dikemas wajib mencantumkan nominal kuantitas pada labelnya dalam bentuk berat bersih, isi bersih, atau netto,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, berkenaan dengan label produk, banyak kemasan dari pelaku IKM yang belum mencantumkan informasi yang jelas bagi konsumen. Pelaku usaha yang memproduksi atau mengemas produk wajib memastikan produk yang dikemas tersebut memiliki kuantitas yang sesuai dengan yang tercantum pada labelnya.
“Kuantitas barang tidak boleh berbeda dengan label agar tidak merugikan konsumen,” jelasnya.
Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsono, berharap bahwa kegiatan tersebut dapat bermanfaat dan dapat diimplementasikan oleh masyarakat pelaku IKM agar bisa bersaing dengan produk lainnya di pasar
Selain itu, ia juga berharap agar para peserta bimtek dapat mempromosikan produk lokal Cangkringan sehingga kondisi ekonomi masyarakat Cangkringan dapat pulih kembali.
“Bimtek ini sangat bermanfaat bagi kami pelaku IKM, karena mendapatkan berbagai informasi serta keterampilan membuat kemasan yang menarik dan sesuai dengan standar yang seharusnya,” ujar Inas, salah satu peserta yang juga Ketua Forkom UMKM Kapanewon Cangkringan.
Selama empat hari pertemuan bimtek, peserta diberikan sesi brainstorming, perancangan serta desain kemasan, revisi desain kemasan, pembuatan prototipe kemasan, dan foto produk.
Materi yang disampaikan dalam bimtek meliputi, keamanan pangan, penggunaan bahan tambahan pangan, persyaratan, informasi, labelling dan desain kemasan. (Nuradi-KIM Ngemplak)


