Sleman – Petugas dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman menemukan cacing hati dalam sejumlah sapi yang dijadikan sebagai hewan kurban. Selain itu ada juga daging yang dicurigai tidak sehat, sehingga petugas menyatakan tidak layak dikonsumsi. Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Ir Suwandi Aziz mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan di Sleman, Senin (6/10).
Menurutnya, berdasarkan tim yang diterjunkan dinas guna memantau penyembelihan hewan kurban di sejumlah titik petugas menemukan adanya cacing hati. “Kami temukan ada tujuh cacing hati di sejumlah titik yang dipantau. Hati yang terkena cacing tersebut langsung kita musnahkan. Meski tidak berpengaruh apa-apa jika dikonsumsi, namun kami sarahkan untuk dimusnahkan saja karena hatinya sudah rusak,” kata Suwandi.
Jumlah tersebut menurut Suwandi masih data sementara, karena waktu penyembelihan hewan kurban masih akan dilangsungkan hingga Rabu (8/10) nanti sesuai dengan Hari Tasyrik. Namun diharapkan jumlahnya menurun. Sedangkan tahun lalu, kasus cacing hati yang ditemukan petugas mencapai 178 ekor sapi. Sedangkan, petugas lain juga mencurigai ada daging kambing yang tidak layak konsumsi. Hal tersebut berdasarkan warna dari daging yang cenderung pucat. Selain itu organ dalamnya juga bermasalah. Kondisi ini membuat petugas memutuskan jika daging kambing tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.
“Masih membutuhkan uji laboratorium untuk menentukan hewan tersebut terkena penyakit apa. Namun dari pandangan mata, memang warna daging agak pucat. Sebelum disembelih, hewan sudah diperiksa dan dari segi fisik termasuk sehat. Namun ketika disembelih dan masuk proses pengulitan baru muncul,” kata Drh Sigit salah satu dokter hewan dari DPPK Sleman.
Petugas telah menyambil sampel dari daging tersebut untuk selanjutkan dilakukan uji laboratorium. Butuh waktu cukup lama, sampai hasilnya dapat diketahui. “Untuk daging kambingnya dikubur ditanah dengan kedalaman minimal tiga meter,” jelasnya.


