Kapanewon Ngemplak Gelar Monev Penanganan COVID-19

Menindaklanjuti penanganan COVID-19 di Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) untuk melihat seberapa jauh keberhasilan penanganan yang telah dilakukan pada Kamis (14/10/2021).

Bertempat di Balai Kalurahan Umbulmartani, Erwanto selaku Lurah Umbulmartani membuka acara monev yang turut dihadiri oleh perwakilan dari Pos Kesehatan Desa, Puskesmas, LKMD, PKK, 15 dukuh, hingga Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) tersebut.

Erwanto melaporkan kinerja penanganan COVID-19 di wilayah tersebut secara rinci dengan menyampaikan data jumlah warga yang terkonfirmasi COVID-19 baik yang meninggal dunia, pemakaman, warga terpapar yang sembuh, warga yang sudah memperoleh vaksinasi hingga yang belum memperoleh vaksin.

“Kami berupaya melakukan penanganan secara terkoordinasi terutama dengan satgas penanganan COVID-19 dibawah komando Puskesmas,” ujar Erwanto.

Kegiatan monev dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan kinerja pemerintahan kalurahan pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan penanganan pandemi COVID-19 di Kalurahan Umbulmartani, begitu juga terhadap evaluasi serta pelaporannya.

Selain itu, monitoring dan evaluasi dari kapanewon kali ini juga sebagai pendampingan dan pembinaan terhadap pemerintah kalurahan agar berjalan sesuai dengan tupoksi yang ada.

Hal ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah kalurahan sebagai bahan evaluasi menuju perbaikan-perbaikan kinerja, khususnya pada penanganan pencegahan dan penuntasan vaksinasi COVID-19.

Apresiasi yang tinggi disampaikan Panewu Anom Kapanewon Ngemplak, Slamet, kepada Pemerintah Umbulmartani atas prestasi yang baik dalam penanganan COVID-19 hingga sekarang.

“Tidak mengenal waktu, bahkan saat melayani warganya yang meninggal dunia hingga proses memakamkannya dini hari sekalipun,” imbuhnya.

Nurlaila, Satgas COVID-19 dari Puskesmas Ngemplak I, menyampaikan bahwa tindakan penanganan kasus COVID-19 Kalurahan Umbulmartani sudah bagus, termasuk program vaksinasi. Dari 15 padukuhan dan 1 klaster perumahan, diperoleh data bahwa 70 persen warga Umbulmartani sudah tervaksinasi.

“Agar kekurangan-kekurangan yang ada seperti perolehan data benar-benar valid, sehingga akan memudahkan bagaimana menyisir mana saja yang belum tuntas vaksinasi dan memberikan edukasi pada masyarakat pentingnya menjaga protokol kesehatan agar kondisi yang sudah bagus ini dapat terus ditingkatkan,” pungkas Slamet. (Nuradi-KIM Ngemplak)

image_pdfimage_print
Bagikan: