Pengurus LPTQ Ngaglik Masa Bakti 2021-2026 Dilantik

Pengurus LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Kapanewon Ngaglik Masa Bakti 2021-2026 dilantik Sabtu (16/10/2021) di Aula Kapanewon Ngaglik.

Dalam sambutannya, Fathoni, Kepala KUA Kapanewon Ngaglik, menjelaskan bahwa LPTQ selain media untuk syiar agama, juga untuk menjaga kemurnian Al-Quran.

Ia juga menyampaikan bahwa Ngaglik punya banyak potensi baik di tingkat MTQ maupun di tingkat wilayahnya masing-masing.

“Potensinya ada di MTQ, tapi ada yang potensinya pengembangan di wilayahnya masing-masing. Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik sesuai relnya masing-masing sehingga tercapai apa yang diinginkan. Untuk itu perlu menggandeng MUI dan lembaga lain,” imbuh Fathoni.

Fathoni juga menjelaskan bahwa selama ini peserta maju MTQ masih didominasi pondok pesantren. Hal tersebut menurutnya tidak salah, namun ia berharap agar anak-anak di luar pondok pesantren juga dapat diberdayakan.

Sementara itu, Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih, menyampaikan harapan bahwa dengan dibentuknya pengurus LPTQ maka akan mendapatkan kafilah-kafilah baru yang belum tergali karena  belum optimal dalam mencari kafilah baru peserta MTQ.

Siti juga mengingatkan LPTQ untuk bekerja sama dengan TPA dan takmir agar bisa mendapatkan peserta putra daerah.

“Karena santri pondok pesantren sering kali bukan putra daerah sehingga harus mengurus kependudukan terlebih dahulu,” jelas Siti.

Nur Haris Ali, Pengasuh Pondok pesantren Nurul Islahiyah Bakungan Ngemplak turut mengingatkan tentang pentingnya gerakan pendidikan Al-Quran. Terkait hal tersebut, harus dipahami bahwa gerakan MTQ tidak laku karena semua program kerjanya adalah program bukan gerakan.

“Beda program dengan gerakan terletak pada kepemilikan atas masalah. Kalau kita menganggap MTQ milik sesuatu, maka hanya fokus pada pemilik. Tapi jika menjadi gerakan, maka semua inisiatif harus dianggap milik bersama,” jelasnya lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: