Geliat pemuda Kapanewon Ngemplak untuk mulai melestarikan budaya Jawa nampak bersemi kembali, salah satunya dengan mulai mencoba belajar tembang macapat. Berkaitan dengan hal tersebut, Pelatihan Tembang Taruna Budaya Kapanewon Ngemplak diadakan pada Sabtu (16/10/2021) di Pendopo Kapanewon Ngemplak (16/10/2021).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kapanewon Ngemplak bersama Forum Budaya Kapanewon Ngemplak dengan peserta pelatihan dari pemuda yang ada di wilayah Ngemplak.
“Kami memberikan fasilitas dalam pelatihan ini agar pemuda di Ngemplak dapat terwadahi keinginannya untuk belajar tembang macapat sekaligus mendukung kesenian ketoprak yang mulai digandrungi oleh pemuda-pemudi di sini,” ujar Sumiyati dari Jawatan Sosial Kapanewon Ngemplak.
Taruna Budaya sendiri merupakan kelompok pemuda yang juga tergabung dalam kesenian ketoprak yang sebagian besar anggotanya merupakan pegiat di Karang Taruna Ngemplak.
“Pelatihan tembang dengan belajar teknik dasar macapat ini merupakan latihan perdana. Jumlah peserta saat ini baru sekitar 15 orang, semuanya pemuda yang mencakup 5 kalurahan yang ada di Kapanewon Ngemplak,” jelas Wagiman selaku Ketua Forum Budaya Kapanewon Ngemplak.
Wagiman menyampaikan latihan ini guna mendukung penguasaan peran dalam seni ketoprak sehingga lebih mematangkan persiapan saat mengikuti festival ketoprak.
Menurutnya, kegiatan seperti ini hendaknya dilakukan secara berkesinambungan dengan mengajak seluruh pemuda melalui karang taruna di setiap kalurahan. Tidak hanya pelatihan tembang, tetapi juga bisa mengadakan pelatihan pembawa acara berbahasa Jawa maupun pelatihan seni peran dan aksara Jawa.
Wagiman juga menyampaikan bahwa penguasaan tembang seperti macapat wajib dimiliki dalam seni ketoprak. Oleh karena itu, jenis-jenis tembang macapat seperti Sinom, Pangkur, Kinanthi, dan Asmarandana menjadi materi yang akan dipelajari ke depannya.
Pada kesempatan tersebut juga diajarkan bagaimana menyiapkan tembang dengan teknik vokal dengan tanpa iringan gamelan.
“Saat ini kita berlatih tanpa diiringi gamelan, agar siap dulu dengan penguasaan guru lagu serta guru wilangan sehingga ketukan serta nada yang dihasilkan sesuai dengan pakemnya,” urai Tuwuh Bahroni yang merupakan sutradara ketoprak.
Tuwuh juga mengajak para pemuda yang ada di Kapanewon Ngemplak untuk menggencarkan budaya lokal sehingga bisa mengangkat kearifan lokal yang dimiliki agar dapat menguatkan Desa Mandiri Budaya yang disandang oleh Kalurahan Wedomartani di Kapanewon Ngemplak.
Bagi pemuda, belajar tembang macapat serta ketoprak secara langsung tentunya bisa mendukung pelestarian budaya.
“Mengikuti seni budaya Jawa seperti ketoprak banyak memberikan pengalaman tentang bagaimana menerapkan unggah-ungguh, tata krama, serta mengolah rasa dengan melantunkan tembang macapat seperti saat ini,” terang Gatot, salah satu pemuda yang mengikuti pelatihan. (Nuradi-KIM Ngemplak)


