Sleman – Setiap anak memiliki beragam potensi dan bakat yang harus dikembangkan secara optimal. Hal tersebut yang melatarbelakangi MAN 4 Sleman memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan Manesa Virtual Competition (MVC) 2021. “MVC merupakan media untuk menggali dan mengembangkan bakat. Melalui MVC ini, bakat siswa bisa terlihat dan dikembangkan,” ujar Mohamad Yusuf, Kepala MAN 4 Sleman saat membuka MVC 2021 di MAN 4 Sleman, Pakem, Sleman, Senin (18/10/2021).
MVC tahun 2021 ini merupakan kegiatan yang diadakan oleh MAN 4 Sleman dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Hari Santri. Selain itu, kegiatan ini juga digelar untuk menyambut pembukaan proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
Rangkaian kegiatan MVC diisi dengan berbagai macam lomba seperti Cerpen Bahasa Jawa (Cerkak), mengulas buku, debat Bahasa Indonesia, lomba Dai Idaman (Insan Dai Manesa), adzan virtual, menulis parikan Bahasa Jawa, Pranata Cara, qiroah virtual, dan mendongeng. Seluruh kegiatan dapat diikuti secara virtual melalui kanal Youtube resmi MAN 4 Sleman.
Dalam MVC, para siswa juga diberikan pembinaan mengenai penyalahgunaan narkoba yang diisi oleh perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman, Sugani Jiyantoro. Dalam penjelasannya, Sugani menuturkan bahwa salah satu penyebab anak muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba adalah akibat dari pengaruh lingkungan mereka. “Berawal dari coba-coba, hingga kecanduan,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Sugani, para remaja harus berhati-hati dalam bergaul agar tidak terdampak terhadap penyalahgunaan narkotika ini. “Pilihlah teman yang baik, soleh, solihah. Pilihlah kegiatan-kegiatan positif, hindari lingkungan negatif. Ada proses coba-coba, pengaruh teman, karena situasional, rekreasional ngumpul konkow bisa berpengaruh negatif, hingga teratur pakai. Maka hal ini harus diobati segera agar tidak terjadi pecandu,” imbuh Sugani.
Sugani mengatakan bahwa ketika kondisi mental kita terpuruk, ada berbagai macam hal yang bisa kita lakukan, seperti menyemangati diri sendiri dengan bernyanyi, bersyukur, dan fokus terhadap apa yang kita kerjakan. “Selain itu juga makan makanan yang bergizi, serta olahraga minimal 30 menit perhari agar fisik dan jiwa bisa menjadi sehat,” ungkap Sugani.
Hal penting lainnya adalah komunikasi dua arah yang efektif antara siswa dengan orang tua maupun guru. “Komunikasi harus terus dilakukan agar anak merasa dilindungi. Sesibuk apapun, orang tua harus meluangkan waktunya untuk mendengarkan curhat anak,” tegas Sugani.
Apa yang disampaikan oleh Sugani mendapat dukungan penuh dari Indriani Widiastuti, Kepala Urusan Sarana dan Prasarana MAN 4 Sleman. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadara para siswa akan pentingnya kesehatan mental untuk memerangi penggunaan obat terlarang. (Edy/KIM Moyudan)


