Perikanan Berkelanjutan Sebagai Prioritas Pembangunan Sektor Kelautan

Sleman – Dalam rangka meningkatkan produksi perikanan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, Social Invesment Indonesia (SII) menggelar kegiatan bertajuk Social Investment Roundtable Discussion Series #28 dengan mengangkat tema ‘Perikanan Berkelanjutan Sebagai Prioritas Pembangunan Sektor Kelautan’ yang berlangsung secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting, Jumat (22/10/2021) sore.

Diskusi yang diikuti oleh 300 partisipan dari berbagai lembaga dan komunitas ini menghadirkan Perencana Ahli Utama Direktorat Kelautan dan Perikanan Badan Perencanaan dan pembangunan Nasional Tommy Hermawan, Head of Marine and Fisheries Program World Wide Fund for Nature Indonesia Imam Musthofa Zainudin, dan Lead Corporate Social Responsibility Medco E&P Natuna Ltd Kemal Abduhrahman Massi sebagai narasumber.

Sebagai pemantik diskusi, Fajar Kurniawan, Managing Partner SII mengemukakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki laut luas dan potensi serta keanekaragaman sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar merupakan modal besar bagi pembangunan ekonomi dapat dimanfaatkan untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya sumber daya tersebut maka dapat digunakan sebagai sumber bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga peningkatan produksi perikanan diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.

“Adapun potensi perikanan yang sangat besar dapat memberikan manfaat yang maksimal secara berkelanjutan apabila dikelola dengan baik dan bertanggung jawab untuk menyangga ketersediaan sumber daya ikan dan kesehatan ekosistem,” ucap Fajar.

Dalam diskusi tersebut, Kemal Abduhrahman Massi membahas program perikanan berkelanjutan yang merupakan bentuk petanggungjawaban sosial kepada masyarakat dari Medco E&P Natuna Ltd yang telah dilakukan di daerah yang wilayahnya berbatasan langsung dengan perairan negara lain atau perairan internasional. Ia mengungkapkan bahwa potensi perikanan dan perairan yang memiliki kelimpahan sumber daya perikanan yang berorientasi ekspor dapat didukung dari sektor perikanan budi daya yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Hal ini dapat dilakukan dengan merubah budaya atau kebiasaan nelayan budi daya dengan tujuan menyejahterakan masyarakat melalui penyediaan benih ikan bernilai ekonomis tinggi bagi nelayan budi daya,” lanjut Kemal.

Tahapan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa penyediaan infrastruktur Karamba Jaring Apung dan Hatchery Laut untuk pemeliharaan benih ikan berukuran kecil yang didistribusikan kepada nelayan budidaya agar semakin terampil memelihara benih ukuran lebih kecil. Termasuk penyediaan bantuan modal kerja untuk praktik usaha pegadaan benih oleh komunitas, dan dipasarkan dalam bentuk skema komersil kepada masyarakat pembudidaya ikan.

“Program yang masih dilakukan lembaga kami sampai sekarang yakni penyempurnaan infrastruktur hatchery darat untuk menunjang keberhasilan uji coba fase pemeliharaan larva sampai benih siap pendederan, dan praktek usaha tetap berlangsung dengan tujuan untuk membangun kemandirian dalam pengelolaan Balai Benih Ikan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: