Dinkes Sleman Gelar Workshop TBC Resistan Obat

Sleman – Dalam rangka me-refresh keterampilan tenaga kesehatan mengenai tata laksana TBC, khususnya TBC resistan obat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar Workshop Tata Laksana TBC Resistan Obat Bagi Tenaga Kesehatan Kabupaten Sleman, Senin (25/10/2021), di Hotel Grand Rohan Jogja. Acara ini didukung oleh USAID dan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah melalui program Mentari TB.

Workshop menghadirkan langsung narasumber dari RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. Ardorisye Saptaty Fornia, dr. Muriana Novariani, dan dr. H. Munawar Gani, yang juga merupakan Ketua Koalisi Organisasi Profesi TB (KOPI TB) DIY.

Technical Officer Mentari TB DIY Jateng, dr. Ratna Ekasari, M.Kes. menyampaikan, bahwa di Jateng dan DIY akan dibentu Rumah Sakit (RS) TBC Resisten Obat (RO) yaitu di RS Roemani Semarang, RS PKU Muhammadiyah Gombong, dan RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman.

“Selain itu Mentari TB juga membantu kab/kota RS Muhammadiyah yang layanan TBC RO, misalnya memfasilitasi refresh SITB, SITRUST, dan MICA,” tegas dr. Ratna Ekasari

Ia berharap ada komitmen dari para nakes melalui organisasi profesi untuk membentuk KOPI TB di Kabupaten Sleman.

“Karena saat ini KOPI TB baru ada di tingkat provinsi DIY. Jadi Sleman pelopor adanya KOPI TB di tingkat kabupaten provinsi DIY. Mentari TB akan men-support akomodasi kegiatan tersebut,” sambungnya.

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dul Zaini, memberikan paparan tentang Kebijakan dan Strategi Program TB Kabupaten Sleman.

“Sarana dan prasarannya sudah luar biasa. Kita secara bersama atasi TB bersama-sama dari profesi masing-masing, motornya Dinkes,” ungkapnya.

Paparan kedua tentang diagnosis dan pengobatan TBC sensitif obat dan TBC resistan obat oleh dr. Ardorisye Saptaty Fornia, yang kemudian dilanjutkan penjelasan mengenai tata laksana TBC anak oleh dr. Muriana Novariani.

Sesi terakhir diisi dengan penjelasan tentang KOPI TB yang disampaikan oleh dr. Munawar Gani. “Koalisi Organisasi Profesi berkomitmen tinggi untuk mendukung eliminasi TB tahun 2030,” tegasnya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan pembentukan KOPI TB Sleman oleh organisasi profesi yang hadir. (Nur Widayati)

image_pdfimage_print
Bagikan: