Sleman – Dukungan Bupati Sleman terhadap pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan diapresiasi Tim Verifikasi Penghargaan Kesatria Bhakti Husada dari Kementrian Kesehatan RI. Tim bertugas memverifikasi data yang disampaikan oleh Bupati dan dicocokkan dengan melihat langsung praktek dilapangan. Hal inilah yang akan menjadi pertimbangan Tim apakah Bupati dapat diberi penghargaan Penghargaan Kesatria Bhakti Husada dari Menkes atau tidak.
Penghargaan yang diberikan kepada kepala Daerah ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi kepada Bupati dalam memotivasi dan menggerakkan kegiatan dalam bidang kesehatan. Kegiatan ini menurut Ketua Tim Verifikasi, dr Asjikin Iman Hidayat Dahlan MHA, Sekretaris PPSDM Kementrian Kesehatan RI, dilaksanakan dalam rangka kegiatan Hari Kesehatan Nasional 12 November mendatang.
Sementara Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dalam paparannya di hadapan tim menyampaikan 3 kegiatan yang menjadi prioritas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yakni meningkatkan kelompok peduli upaya penanggulangan penyakit menular DBD dengan memfasilitasi pembentukan tim pemantau jentik dalam kelompok TABO (Tanggap Bocah), anak-anak peduli jentik untuk memberantas penyakit DBD, dimulai dari Desa Caturharjo tahun 2012 dan diikuti desa lain di Kecamatan Sleman serta dilanjutkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Sleman.
“Sehingga saat ini sudah terbentuk di 8 Kecamatan lain yakni Gamping, Godean, Moyudan, Depok, Kalasan, Ngaglik, Pakem dan Turi,” kata Sri Purnomo ketika menerima Tim Verifikasi Penghargaan Kesatria Bhakti Husada dari Kementrian Kesehatan RI di Pemkab Sleman, Senin (13/10).
Dijelasklan Sri Purnomo bahwa sebagai Bupati juga membuat kebijakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan persalinan untuk memfasilitasi pembuatan akte kelahiran bagi semua bayi yang lahir di sarana tersebut sehingga begitu bayi dibawa pulang ke rumah juga sudah membawa akte kelahiran dalam waktu 3 hari.  Sejak dilaunching 1 Januari 2014 per Oktober 2014 telah diterbitkan akte kelahiran sebanyak 8.179 buah dari jumlah bayi lahir 11.092 bayi.
Sri Purnomo juga memberikan perhatian terhadap pelayanan psikolog di Puskesmas dengan menjalin kerjasama dengan Fakultas Psikologi UGM pada tahun 2005 – 2013 dan telah menerbitkan rekomendasi Bupati untuk pengadaan tenaga psikolog tahun 2013 melalui rekruitmen pegawai BLUD non PNS di Seluruh Puskesmas (25 tenaga) dan 1 tenaga di Dinas Kesehatan Slleman.
Konsultasi Psikolog klinis mencakup upaya promotif, preventif, kuaratif dan rehabilitative di 25 puskesmas antara lain calon pengantin, ibu hamil, deteksi tumbuh kembang balita dll. Jugakonseling tes sukarela untuk deteksi HIV AIDS dan penyakit menular seksual dengan psikolog klinis sebagai pendamping.
Acara juga dilanjutkan dialog tim dengan Bupati Sleman yang dipandu oleh Kepala Dinas kesehatan Sleman dr Mafilidati Nuraini MKes yang didampingi Kepala Bappeda dan Ketua Forum Kabupaten Sehat Kab Sleman dan peninjauan lapangan ke TABO desa Caturharjo Sleman, dan Pelayanan akte kelahiran di Puskesmas Rawat Inap Mlati dan pelayanan Psikolog di Puskesmas.


