Meski mengalami dua kali penundaan, Pemilihan Lurah (Pilur) Donoharjo dengan menggunakan sistem e-voting di Kalurahan Donoharjo berjalan lancar, aman, dan tertib serta dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat pada Minggu (31/10/2021).
Suyadi, Ketua Panpilur Donoharjo, menyatakan bahwa pada Pilur kali ini, pemilih yang masuk dalam DPT sebanyak 5.968 pemilih yang dibagi dalam 19 TPS di 16 padukuhan.
“Pilur menggunakan e-voting baru pertama dilakukan di Kalurahan Donoharjo sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk para penyelenggara dan pemilih. Apalagi saat ini kita berada pada PPKM karena masa pandemi COVID-19,” kata Suyadi.
Pilur menggunakan sistem e-voting secara teknis berbeda dengan pemungutan suara konvensional. Pada Pilur dengan menggunakan e-voting, pemilih cukup menyentuh gambar atau foto kandidat lurah pilihan masing-masing.
Cara pemilihan tersebut semula dikhawatirkan akan mengganggu proses pemungutan suara karena masyarakat belum familier. Namun, sampai pemungutan suara selesai dan dilakukan rekap data, diperoleh angka partisipasi masyarakat yang cukup tinggi, yaitu sebesar 80,40 persen.
“Untuk itu, panitia Pilur Donoharjo 2021 mengucapakan terima kasih atas antusiasme masyarakat Donoharjo,” lanjut Suyadi.
Untuk mencegah penularan COVID-19 saat Pilur, panitia mengupayakan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selama bertugas, para penyelenggara KPPS dan petugas ketertiban menggunakan alat pelindung diri berupa masker, face shield, sarung tangan, dan rutin mencuci tangan atau memakai hand sanitizer.
Tempat pemungutan suara juga selalu disterilkan dengan menyemprotkan desinfektan secara berkala. Para pemilih juga diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan sebelum memilih, dan penetesan tinta dilakukan dengan pipet agar tidak menularkan COVID-19.
Dari hasil pemungutan suara, Hadi Rintoko menjadi Calon Lurah Donoharjo terpilih dengan mengantongi suara sebesar 4.261 suara (76,10 persen). (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)


